web analytics
  

Pabrik Ganja Sintetis Digerebek Polisi, Omzet Capai Ratusan Juta

Senin, 7 September 2020 21:23 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Pabrik Ganja Sintetis Digerebek Polisi, Omzet Capai Ratusan Juta, Polres Cimahi,Ganja Sintetis,tembakau gorila

Ilustrasi -- tembakau Gorila (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Bisnis tembakau sintetis atau juga dikenal dengan istilah ganja sintetis rupanya cukup menjanjikan bagi pelaku kejahatan narkoba. Salah satunya dilakukan RY, pemuda berusia 19 tahun ini ditangkap Polisi setelah menjadikan kamar kosannya di Jalan Terusan Babakan Jeruk 1, Kota Bandung sebagai pabrik tembakau Gorila.

Industri rumahan RY sudah berjalan 2 tahun sebelum akhirnya diketahui Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi. Tak tanggung omzet yang didapatnya dari meracik dan menjual ganja sintetis bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta.

Kapolres Cimahi AKBP Yoris Maulana Yusuf Marzuki menerangkan, RY digerebek dengan barang bukti 5 kilogram ganja sintetis siap edar di kamar kosannya pada, Senin (7/9/2020). RY memasok narkotika itu di wilayah Jawa dan Sumatera dengan sistem pemasaran memanfaatkan media sosial.

"Kita sudah melakukan pemantauan selama 3 minggu, berawal dari penangkapan seorang pengguna tembakau gorila ini di wilayah Cimahi. Pengembangan kesini (Kota Bandung)," ungkap Yoris.

Kepada Polisi, tersangka RY mengaku belajar meracik tembakau Gorila setelah menonton panduannya di Youtube. Ia berdalih tidak memiliki pekerjaan selepas lulus SMA 2 tahun lalu dan memilih menjadi peracik sekaligus menjadi bandar ganja sintetis.

Dalam sekali produksi, ungkap Yoris, RY bisa menghasilkan 5 kilogram tembakau gorila. Barang itu kemudian dikemas dalam berbagai ukuran 5-25 gram. 

"Untuk per paket 5 gram dijual Rp 400 ribu. Selama dua tahun produksi, tersangka telah meraup untung sekitar Rp 500 jutaan," jelasnya.

Atas perbuatannya, RY dijerat Pasal 112 dan 113 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara atau maksimal hukuman mati.

Kasat Reserse Narkoba Polres Cimahi AKP Andri Alam menambahkan, tersangka sudah memiliki pelanggan tetap. Barang pesanan biasanya dikirim menggunakan jasa ekspedisi maupun sistem tempel.

"Untuk mengelabui jasa ekspedisi, barang tersebut diselipkan dalam kain supaya enggak terdeteksi. Jadi pura-puranya dia ngirim kain," terangnya. 

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers