web analytics
  

Trapawana Ajak Anak Bupati Tengok Selatan KBB

Senin, 7 September 2020 20:56 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Trapawana Ajak Anak Bupati Tengok Selatan KBB, Trapawana,DPR RI Komisi X

Anggota DPR RI Komisi X Rian Firmansyah, anak pertama Bupati Bandung Barat Aa Umbara. (Tri Junari)

GUNUNG HALU, AYOBANDUNG.COM -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Trapawana Jawa Barat mengajak anggota DPR RI Komisi X Rian Firmansyah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah pelosok di Kabupaten Bandung Barat (KBB) bagian selatan. 

Rian yang tak lain anak pertama Bupati Bandung Barat Aa Umbara diajak menengok masyarakat yang bermukim di pelosok Kecamatan Gunung Halu, Sindangkerta, Saguling dan Cipongkor, Sabtu-Minggu (5-6/9/2020).

Trapawana berharap kunjungan Rian ini memberi angin segar pada pengentasan masalah dasar warga pelosok. Diajaknya Rian juga menjadi nafas baru pada perbaikan ekonomi, periwisata dan infrastruktur selatan KBB.

Pada hari pertama kunjungan Rian, Trapawana mendaulat Rian melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan mushala swadaya masyarakat Indonesia Kampung Cijengkol RT. 2 RW.8 Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor.

Menggunakan mobil 4x4, Rian bersama rombongannya mulai menyusuri pegunungan dan hutan BKPH Tambak Ruyung Timur untuk melihat kondisi Situ Rancabolang, Kecamatan Gunung Halu. Disini terdapat objek wisata alam yang memiliki potensi sebagai destinasi wisata baru jika ditunjang aksebilitas jalan mantap.

Berikutnya, melalui perbukitan dan hutan pinus rombongan singgah di Kampung Tangsi Jaya, Desa Gunung Halu, Kecamatan Gunung Halu. Disini ada koperasi penghasil Kopi Gunung Halu dan lokasi rencana penangkaran ikan Soro.

Tak lama, iring-iringan mobil menuju Kampung Cipayung, Desa Gunung Halu, Kecamatan Gunung Halu untuk melihat kondisi situs megalitik Gunung Halu. Konon dari situs ini penamaan Kecamatan Gunung Halu berasal, lokasi ini juga memiliki potensi destinasi geowisata jika pemerintah konsisten melakukan akselerasi promosi.

"Malamnya kita ajak kang Rian untuk menginap di Kampung Loji, Desa Buni Jaya, Kecamatan Gunung Halu. Kampung ini terpencil ditengah hutan pinus dan perkebunan teh," ungkap Ketua Trapawana Jabar, David Riksa Buana kepada Ayobandung.com, Senin (7/9/2020). 

Terdapat 30 Kepala Keluarga yang bermukim Kampung Loji. Berada 10 kilometer dari perkampungan terdekat dengan akses jalan perkebunan yang hanya mampu dilalui mobil 4x4. Sudah barang tentu kebutuhan dasar energi listrik, jaringan internet, akses pendidikan dan fasilitas kesehatan tidak mereka nikmati secara utuh. 

"Harapan kami kedatangan Kang Rian yang juga anggota DPR RI ini bisa menyerap aspirasi dan memberikan solusi dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Kampung Loji," katanya. 

Pada hari kedua kunjungan kerja Rian, rombongan terdiri dari beberapa mobil berbadan tinggi kembali melahap jalanan terjal berupa tanah dan bebatuan menyusuri perkebunan teh. Kali ini mereka singgah di lokasi Datar Nangka yang menyajikan pemandangan alam nan memanjakan mata.

"Terakhir kita mendaulat Kang Rian untuk meninjau beberapa pembangunan madrasah dan jembatan swadaya yang kami inisiasi. Perjalanan diakhiri dengan peresmian bedah rumah warga kurang mampu di Kampung Sukamaju, Desa Cicangkang Hilir, Kecamatan Cipongkor," sebutnya.

David mengatakan, telah 18 tahun Trapawana berkeliling selatan KBB melakukan penelitian, pendidikan, pelatihan dan pendampingan masalah sosial dan lingkungan warga pelosok. Motto 'Ngaheuyeuk Dayeuh Ku Panalar, Mupusti Bumi Ku Pangarti' menjadi pijakan Trapawana dalam membangun selatan KBB.

“Berbagai kegiatan telah dilakukan LSM Trapawana, namun yang dampaknya paling terasa oleh masyarakat adalah pelayanan pada keluarga prasejahtera melalui pemberdayaan, serta program penyaluran bantuan dan pertolongan rehabilitasi bencana," katanya.

Usai kegiatan, anggota DPR RI Komisi X Rian Firmansyah mengatakan, dalam agenda kunjungan kerja selama dua hari di pelosok KBB ini dirinya banyak menerima aspirasi dan harapan masyarakat. Mayoritas mengadu soal belum meratanya pembangunan insfrastruktur, pengembangan destinasi wisata dan peningkatan ekonomi masyarakat.

"Sesuai dengan bidang saya di Komisi X yakni pariwisata, aspirasi dan harapan masyarakat soal pengembangan pariwisata akan menjadi rujukan saya. Nanti kita lihat konsep wisata seperti apa yang tepat untuk peningkatan ekonomi masyarakat tetapi juga tidak merusak kekayaan alam yang ada," katanya.

Politisi muda Partai Nasdem ini berjanji akan memberikan solusi terbaik bagi pengembangan wilayah selatan KBB yang terkesan menjadi anak tiri. Kebutuhan anggaran untuk pembangunan bisa melalui sharing pemerintah pusat dan Kabupaten, koordinasi antar lembaga seperti Perhutani dan Perkebunan Nusantara juga harus terjalin dengan baik.

"Kita koordinasikan mana yang lahan Perhutani, Perkebunan, milik masyarakat dan pemerintah KBB. Di DPR RI saya dorong keberpihakan anggaran untuk pembangunan ekonomi, wisata dan insfrastruktur selatan KBB ini," tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers