web analytics
  

3 Cara Efektif Basmi Lemak Perut Menurut Pakar, Mesti Coba!

Senin, 7 September 2020 12:24 WIB
Gaya Hidup - Sehat, 3 Cara Efektif Basmi Lemak Perut Menurut Pakar, Mesti Coba!, obesitas,Kesehatan,perut gemuk,Perut Buncit,lingkar perut,Diet Sehat

[Ilustrasi] Perut buncit, lingkar perut besar, obesitas, lemak yang menggumpal di perut, atau istilah lainnya bukanlah hal yang baik terhadap kesehatan. (Gerd Altmann/Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Perut buncit, lingkar perut besar, obesitas, lemak yang menggumpal di perut, atau istilah lainnya bukanlah hal yang baik terhadap kesehatan.

Obesitas merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kematian pada pasien Covid-19. Menjaga berat badan yang sehat dinilai dapat membantu menurunkan risiko tersebut.

Namun, menurunkan berat badan bukanlah perkara mudah bagi sebagian orang. Seiring dengan bertambahnya usia, metabolisme ikut melambat. Laki-laki rata-rata bertambah berat badan sebanyak 0,5 kilogram per tahun di usia 40-60 tahun.

Lingkar perut merupakan salah satu indikator menentukan obesitas, khususnya obesitas sentral. Lingkar perut juga dapat menunjukkan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular.

Masalah utama dari lingkar perut yang besar adalah penumpukan lemak viseral di dalam rongga perut. Lemak viseral terbilang cukup sulit untuk disingkirkan.

Akan tetapi, kreator The Fast 800, Dr Michael Mosley, memiliki 3 cara yang cukup efektif dalam mengurangi lemak di perut. Berikut ini adalah ketiga cara dari Dr Mosley, seperti dilansir Mirror, Senin (7/9/2020).

Batasi Gula dan Karbohidrat Sederhana, Tingkatkan Protein

Memangkas asupan gula dapat memberikan dampat yang signifikan dalam mengurangi lemak perut. Selain itu, karbohidrat yang dikonsumsi dalam keseharian juga harus dipilih secara bijak.

Untuk konsumsi sehari-hari, ganti karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks yang mengandung tinggi serat. Karbohidrat tinggi serat dapat mencegah terjadinya lonjakan kadar gula darah, melindungi dari risiko kanker usus, serta memberikan makan bagi bakteri baik di dalam usus.

Beberapa contoh karbohidrat sederhana yang perlu dibatasi konsumsinya adalah roti putih dan gula. Sementara itu, contoh karbohidrat kompleks yang baik untuk dikonsumsi dalam keseharian adalah gandum.

Makanan atau minuman yang mengandung lebih dari 5 persen gula sebaiknya tidak dikonsumsi lebih dari dua kali seminggu. Hal ini termasuk buah-buahan yang manis, seperti mangga dan nanas, atau minuman jus.

Puasa Intermitten

Defisit kalori diperlukan untuk menurunkan berat badan. Puasa intermitten akan memicu respons tubuh melalui produksi lebih banyak hormon noradrenalin, yang diketahui membakar lemak.

Puasa jangka pendek dapat membuat tubuh bisa membakar lemak lebih cepat. Untuk melakukan puasa intermitten ini, luangkan waktu selama 12 jam per hari untuk tidak mengonsumsi apa pun yang mengandung kalori. Minum air putih tetap diperbolehkan selama menjalani puasa intermitten.

Olahraga HIIT

Melakukan olahraga dengan sepeda statis selama 10 menit tiga kali seminggu juga dapat membantu menurunkan berat badan. Lengkapi olahraga ini dengan melakukan latihan kekuatan yang cepat.

Bila memungkinkan, lakukan olahraga ini dengan metode high intensity interval training (HIIT). HIIT merupakan metode olahraga dengan mengombinasikan latihan berintensitas tinggi dengan jeda istirahat secara berulang. Cara ini juga cukup efektif dala menurunkan berat badan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers