web analytics
  

Mengatasi Burnout, Ketika Orangtua Lelah Fisik dan Mental

Senin, 7 September 2020 12:08 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Mengatasi Burnout, Ketika Orangtua Lelah Fisik dan Mental, Anak sehat,Parental burnout,Mengatasi parental burnout,Mengasuh Anak

Ilustrasi--Mengasuh (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Mengasuh anak adalah pekerjaan 24 jam tanpa jeda. Wajar jika orangtua sesekali merasa lelah, dan stres. Inilah yang dinamakan parental burnout. Lalu, seperti apa tanda-tanda parental burnout?

Dikutip dari Antara, psikolog anak Saskhya Aulia Prima menuturkan beberapa tanda seseorang mengalami parental burnout, di antaranya adalah merasa lelah secara fisik dan mental, serta merasa berjarak dengan anak. Orang yang mengalami parental burnout pun merasa tak lagi pantas jadi orangtua dan merasa terbebani dalam mengasuh anak.

"Kalau kita tidak senang ketemu anak, kalau berinteraksi sama anak jadi gampang marah, merasa jadi orangtua seperti berat banget, saya tidak bisa jadi orangtua, kalau ada pikiran seperti itu, butuh konsultasi kepada ahli," kata Saskhya di acara daring bertajuk “Ibu Sehat, Keluarga Sehat” beberapa waktu lalu.

Lalu, bagaimana cara mengatasi parental burnout?

Jika Anda mengalami parental burnout, beristirahatlah sejenak dan cari waktu untuk diri sendiri demi melepas rasa penat. Jika emosi sering terpicu saat mengasuh anak, coba tahan kemarahan dan ambil napas panjang untuk menenangkan diri. Cara ini berfungsi untuk "menipu" otak yang berpikir kemarahan sudah reda karena napas kembali teratur.

"Kalau mau marah, napas kita cepat. Coba tarik napas dalam dan embuskan pelan-pelan sekitar lima kali sampai napas stabil dan kita siap untuk menghadapi anak," ujar dia.

Selain mengambil napas panjang, ada juga orang yang bisa lebih tenang setelah minum segelas air, atau bicara kepada diri sendiri untuk tidak "meledak", bahkan menghitung mundur hingga emosi kembali stabil.

Selain itu, berilah belas kasih kepada diri sendiri. Hargai pencapaian sekecil apapun dan nikmati ketidaksempurnaan. Tak perlu merasa selalu ada yang kurang dalam cara mendidik anak.

"Atur pola pikir dan ekspektasi. Kita harus bersyukur bisa tetap bertahan, pikirkan mana yang bisa kita kontrol saja," katanya.

Anda juga bisa mengatasi rasa lelah fisik dan mental ini dengan melakukan me time. Beri waktu pada diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, misal membaca buku, menonton film, atau sekadar tidur siang tanpa gangguan. Kemudian yang tak kalah penting, syukuri setiap hal baik yang Anda dan keluarga dapatkan.

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers