web analytics
  

Pengganti Abe Mustahil Abaikan Indonesia, Suga Calon Kuat

Senin, 7 September 2020 10:57 WIB Netizen Sjarifuddin Hamid
Netizen, Pengganti Abe Mustahil Abaikan Indonesia, Suga Calon Kuat, Shinzo Abe,Perdana Menteri Jepang,Bank of Japan,Yoshihide Suga,Indonesia

Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (Instagram/shinzoabe)

Sjarifuddin Hamid

Lulusan Jurusan Hubungan Internasional, FISIP-UI. Pernah bekerja pada beberapa surat kabar nasional.

AYOBANDUNG.COM -- Bila Yoshihide Suga yang dipilih sebagai pengganti PM maka tidak akan ada perubahan kebijaksanaan pemerintah Jepang. Kepala Sekretariat Kabinet itu sebelumnya menyatakan akan tetap menerapkan kebijaksanaan Abe dalam berbagai bidang, termasuk kebijaksanaan ekonomi yang dikenal dengan nama Abenomic’s.

Abenomics memiliki tiga pilar utama yakni kebijakan moneter yang agresif, konsolidasi fiskal, dan mendorong pertumbuhan.

Abe menargetkan inflasi tahunan sebesar 2%. Mengoreksi apabila yeng mengalami kenaikan terhadap mata uang lain, menetapkan suku bunga negatif, pelonggaran kuantitatif secara radikal, memperluas investasi publik, menjual membeli obligasi konstruksi yang akan dibeli oleh Bank of Japan (BOJ).

Diperkirakan stimulus ini akan bernilai $1.4 triliun. Disuntikkan ke dalam ekonomi dalam waktu kurang dari 2 tahun mulai 2013.

Sebaliknya, Fumio Kishida yang menjabat ketua dewan kebijaksanaan LDP menyatakan akan menerapkan kebijaksanaan yang berbeda. Katanya, kita menghadapi wabah virus corona dan kondisi domestik yang sulit. LDP menghadapi situasi baru dengan memilih pemimpin yang baru dan pendekatan yang berbeda.

Kishida yang mengusung slogan ‘dari perbedaan menuju persatuan’ juga mengkritik secara halus Abe yang kebijaksanaannya dinilai berpihak kepada kubu tertentu. Dia juga menyentil Suga yang berupaya menempatkan dirinya sebagai orang yang mampu dengan menghilangkan karakternya sendiri.

Kishida pernah menjabat menteri luar negeri selama empat tahun delapan bulan dalam pemerintahan Abe. Sebenarnya, dia berniat ikut dalam pemilihan PM pada 2018 tetapi dibatalkan untuk memberi peluang lagi kepada Shinzo Abe. Harapannya, Abe akan mendukungnya pada pemilihan tahun 2021.

Abe sendiri pernah mengemukakan dukungannya kepada Kishida, tetapi hal itu ditariknya setelah mengundurkan diri. Ini memberi peluang kepada Suga.

Calon lain adalah Shigeru Ishiba, bekas menteri pertahanan dalam pemerintahan Abe. Pada 2018 dia bersaing melawan Abe dan kalah. Sepertinya, kini Ishiba kehilangan dukungan partai.

Pesaing lainnya adalah Taro Kono yang masih menjabat menteri pertahanan. Peluangnya diperkirakan sangat tipis.

Sejarah LDP

Partai Liberal Demokrat (LDP) dibentuk pada November 1955. Sejak tahun tersebut hingga 1993, LDP menguasai parlemen dan pemerintahan. Pada 1994 hingga Januari 1996 berkoalisi dengan Partai Demokratik Sosial (PDS) dan PM berasal dari PDS. Fenomena ini menimbulkan perkiraan tidak pernah akan ada lagi dominasi satu partai di parlemen maupun pemerintahan.

Mulai Januari 1996, parlemen maupun pemerintah ditangani oleh koalisi partai dan yang dominan adalah patai Komeito yang berbasis agama Buddha.

Peran LDP makin merosot sebagai dibuktikan dengan kekalahan pada Pemilu 3 Agustus 2009. Partai Demokratik Jepang (PDJ) untuk pertama kalinya mendominasi.

PDJ menghadapi dilema dalam pemerintahan karena tidak punya pengalaman. Persaingan ideologis dan personal diantara tokoh-tokoh partainya. Pemerintah juga tidak memiliki pendanaan yang cukup untuk membiayai program kesejahteraan nasional. Ironisnya lagi, jejaring PDJ di seluruh Jepang sangat lemah.

Meskipun menguasai Parlemen atau Diet, PDJ masih menghadapi persaingan dari LDP, masyarakat bisnis, media dan birokrasi pemerintahan. Pemerintah Amerika Serikat juga eggan mendukung sebab PDJ berniat memindahkan marinir dari pulau Okinawa.

Cobaan berat pemerintahan PDJ datang etika terjadi gempa bumi di pulau Honshu dan tsunami di kawasan Tohoku pada 11 Maret 2011. Pemerintahan PM Kan Naoto dikritik karena menjalankan manajemen bencana yang buruk.

Shinzo Abe menjadi perdana menteri pada September 2006 tetapi mundur setahun kemudian karena sakit. Putra mantan Menlu Shintaro Abe (1982-1986) ini kembali ke panggung politik dengan kemenangan besar pada Desember 2012. Kemudian tanpa terputus menjabat selama 8 tahun.

Dia mundur pada Jumat tanggal 28 Agustus 2020 karena sakit yang sama, kolitis ulseratif yakni penyakit yang menahun hingga mengakibatkan peradangan pada usus dan rektum. Rektum adalah organ terakhir tempat penyimpanan feses.

Politik Dagang Sapi

Sejak delapan tahun terakhir LDP menguasai Parlemen Nasional atau Diet yang terdiri dari Majelis Rendah dan Majelis Tinggi. Di Majelis Rendah, LDP menguasai 284 kursi, sedang mitra koalisinya Komeito 29 kursi. Kelompok oposisi 151 kursi. Politisi LDP Tadamori Oshima memimpin Majelis Rendah.

Di Majelis Tinggi, LDP memiliki 113 kursi dan Komeito 28 kursi. Adapun oposisi 104 kursi. Majelis Tinggi diketuai Akiko Santo dari LDP.

Lantaran LDP menguasai kedua Majelis maka memilih perdana menteri menjadi urusan LDP dan akan diselenggarakan pada 15 September mendatang. Pemilihan akan diikuti empat calon sebagaimna dikemukakan di atas.

Sengit atau tidak pemilihan calon PM dalam LDP sangat tergantung dari seberapa kuat peran faksi-faksi dalam mendukung calon yang bersangkutan. Sama seperti di negara lain, di Jepang juga dikenal politik dagang sapi.

Tujuh Faksi

Di LDP terdapat tujuh faksi, yakni Seiwa Seisaku Kenkyukai yang dipimpin Hiroyuki Hosoda dengan 97 anggota. Faksi Shikokai yang diketuai Taro Aso dengan 54 anggota. Faksi Heisei Kenkyukai yang dikepalai Wataru Takeshita dengan 53 anggota.

Faksi Kochikai yang diketuai Fumio Kishida dengan 46 anggota. Faksi Shisuikai dipimpin Toshihiro Nikai dengan 45 anggota. Faksi Suigetsukai dengan ketua Shigeru Ishiba dengan 19 anggota. Yang ketujuh Faksi Kinmirai Kenkyukai dengan pemimpinnya Nobutero Ishihara yang beranggotakan sebelas orang.

Suga konon didukung tujuh faksi dengan promotornya Toshihiro Nikai, ketua Faksi Shisuikai. Kemungkinan yang belum mendukungnya adalah faksi Kochikai yang dipimpin Fumio Ishida serta faksi Suigetsukai yang dikepalai Shigeru Ishiba.

Dengan demikian Suga akan memperoleh 206 suara dibanding 65. Kemungkinan komposisi ini akan berubah sebab kedua faksi yang beroposisi bisa menyeberang dengan imbalan tertentu.

Mengapa mayoritas faksi mendukung kepala sekretariat Kabinet?

Mereka tampaknya tidak menginginkan kebijaksanaan yang berubah karena kondisi ekonomi domestik tengah tertekan akibat wabah CoVID-19. Pemerintah Abe juga dinilai tepat dalam menetapkan kebijaksanaan luar negeri dengan China yakni membuat sekat-sekat yang memisahkan aspek ekonomi dengan politik serta klaim wilayah. Abe berhasil membangun hubungan baik dengan AS.

LDP juga belajar dari kesalahan Partai Liberal Demokratik yang gagal dalam menangani permasalahan di dalam negeri.

Bagi kelima faksi, juga apabila dua faksi lain mendukung, Suga merupakan calon kompromi. Demi mempertahankan popularitas LDP di mata rakyat.

Penunjukkan Suga pada 15 September 2020 bermotif demi kemaslahatan semua. Pertarungan yang sesungguhnya akan berlangsung pada September 2021.

Yang menarik, siapapun yang terpilih sebagai Perdana Menteri tidak akan mengabaikan Indonesia karena lebih dari 1673 perusahaan bermukim, importir sumber daya alam, dan pasar terbesar keempat di dunia.

Negara yang amat penting ketika Jepang sedang menghadapi persaingan dengan Cina.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers