web analytics
  

13 Hektar Lahan di Cianjur Kekeringan

Senin, 7 September 2020 10:16 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, 13 Hektar Lahan di Cianjur Kekeringan, Kekeringan di Cianjur,Berita Cianjur,Kemarau,Luas Lahan kekeringan,Luas Lahan Kekeringan di Cianjur,kekeringan jabar

Lahan Kekeringan di Cianjur (Ayobandung.com/M. Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Luas lahan yang mengalami kekeringan pada musim tanam April sampai September di Kabupaten Cianjur sekitar 13.8 hektar, Lahan tersebut tersebar di sejumlah desa di beberapa kecamatan.

Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur menyatakan saat ini dampak kekeringan belum terlalu parah. Bahkan kerusakannya masih termasuk kategori ringan.

“Kalau melihat data, dampak kemarau belum terlalu signifikan. Semuanya masih bisa diatasi dengan berkordinasi dengan kelompok tani," kata Kepala Seksi Kepala Seksi Produksi Tanaman Padi Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Fitri Aisah, saat dihubungi melalui telepon, Senin (7/9/2020).

Berdasarkan data, sebaran wilayah yang mengalami kekeringan berada di Kecamatan Pasirkuda seluas 2 hektare. Lokasinya berada di Desa Simpang seluas 1 hektare dan di Desa Karangjaya seluas 1 hektare. Di Kecamatan Cilaku, kekeringan melanda Desa Rahong seluas 5 hektare. Di Kecamatan Kadupandak, kekeringan lahan sawah dilaporkan terjadi di Desa Sindangsari dengan kategori rusak ringan seluas 0,8 hektare dan rusak sedang 0,2 haktare. 

Sementara di Kecamatan Sukakuyu, kekeringan terjadi di Desa Mekarjaya dan Hegarmanah seluas 5 hektare. Sedangkan di Kecamatan Haurwangi, kekeringan lahan pertanian seluas 0,8 hektare yang berada di Desa Mekarwangi seluas 0,2 hektare dan di Desa Kertasari seluas 0,6 hektare. 

"Usia tanam padi yang terdampak kemarau bervariasi. Kisarannya antara 21 hari sampai 75 hari," jelasnya. 

Fitri menuturkan, kondisi iklim saat ini sudah menunjukkan perkembangan terjadinya kekeringan di beberapa tempat. Perlu upaya mengamankan tanaman di lapangan pada musim tanam tahun ini sebagai upaya meningkatkan produksi pangan, terutama tanaman padi.

"Perlu diantisipasi fenomena iklim yang tidak menentu saat ini," tandasnya.

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers