web analytics
  

Dapat SMS Registrasi Data Subsidi Upah dari BPJamsostek? Ini Penjelasannya

Senin, 7 September 2020 05:38 WIB Aini Tartinia
Umum - Nasional, Dapat SMS Registrasi Data Subsidi Upah dari BPJamsostek? Ini Penjelasannya, Bantuan Subsidi Upah (BSU),subsidi gaji rp600.000,Subsidi gaji karyawan,BPJAMSOSTEK

Ilustrasi (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Beredar sms (short message service) atas nama BPJS Ketengakerjaan atau BPJamsostek yang meminta kepada calon penerima bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) Rp1,2 juta untuk segera melakukan registrasi data.

“Berdasarkan data kami, saudara calon penerima Bantuan Subsidi Upah dari Pemerintah. Segera registrasi melalui link berikut: bsu.bpjamsostek.id/,” tulis sms tersebut dari unggahan akun netizen Twitter @yostocean, Sabtu (5/9/2020).

Lalu, akun @bergiziseimbang menanyakan kebenaran isi pesan tersebut “Malam @BPJSTKinfo terkait dengan sms yang mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan untuk meregistrasikan di link yang dikirim melalui sms apakah benar dari BPJasmsotek?,”

“Min @BPJSTKinfo td saya dpt sms ini, pas saya buka linknya itu untuk pembaruan data rekening bantuan upah pekerja, apa benar ini dr bpjstk asli? Soalnya saya sudah masukin data no ktp dan no rekening. Tolong penjelasannya ya min, terima kasih,” tulis akun @meeesrh.

Pengguna Twitter @RizkyS18 juga nampak khawatir atas kebenaran link registrasi dari sms tersebut. Pasalnya, ia telah menginput data yang diminta dalam link.

“Sore @BPJSTKinfo, keamrin saya dapat sms BPJamsostek. Saya klink link yang tercantum di akhir sms dan dimiinta registrasi NIK, nama bank, no rek dan nama pemilik. Setelah selesai tapi saya masih merasa gantung, krn tidak ada informasi selanjutnya yg diberikan. Saya cuma mau mastiin aja apakah ini benar atau hoaks semata?,”

Berdasarkan beberapa keresahan netizen di atas, Ayojakarta.com mencoba konfirmasi BPJamsostek mengenai sms beserta link registrasi data subsidi upah tersebut. Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJamsostek, Irvansyah Utoh Banja, membenarkan pesan itu asli.

“SMS itu benar,” kata Utoh ketika dihubungi Ayojakarta.com, Minggu (6/9/2020).

Guna memberikan kemudahan, BPJamsostek mengirim langsung link registrasi melalui sms ke calon penerima BSU atau BLT sebesar Rp1,2 juta untuk validasi data. Sms dari BPJamsostek merupakan upaya untuk melakukan pendataan terhadap peserta yang tidak aktif lagi pada perusahaannya bekerja, tetapi aktif sebagai peserta BPJamsostek hingga 30 Juni 2020.

BPJamsostek mendeteksi adanya peserta yang tak lagi bekerja dan telah mencairkan JHT (Jaminan Hari Tua), sehingga tidak dilaporkan oleh pihak perusahaan dalam data nomor rekening untuk calon penerima BLT. Namun, mereka masih tercatat sebagai peserta aktif pada 30 Juni 2020, sehingga berhak mendapatkan BLT sesuai Permenaker No.14 2020,” ujarnya.

“Untuk itu BPJamsostek berusaha menghubungi para peserta secara personal agar dapat melakukan konfirmasi terkait nomor rekening, untuk dapat menjadi calon penerima BSU atau BLT,” tambahnya.

Nah, bagi kalian yang mendapatkan pesan singkat BPJamsostek berisikan link registrasi data tersebut tak perlu khawatir penipuan oknum nakal. BPJamsostek hanya ingin meminta kalian yang mendapatkan sms untuk segera konfirmasi nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor rekening.

“Link yang diberikan bersifat khusus dan personal yang hanya dapat diisi oleh yang bersangkutan saja, tidak bisa oleh peserta lain,” ujar Utoh.

Lebih lanjut, jika kalian mengalami kendala saat pengisian data, maka segera berkoordinasi dengan Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia atau Human Resource Development (HRD) perusahaan  masing-masing.

“Apabila terjadi kendala dalam pengisian data pada link khusus tersebut peserta dapat menghubungi HRD perusahaan sebelumnya,” ujarnya.

Diketahui, pemerintah telah mulai menyalurkan bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan untuk para pekerja bergaji di bawah Rp5 juta. Sejauh ini, subsidi upah bagi pekerja yang memenuhi kriteria sudah ditransfer ke 5,5 juta rekening. Penyalurannya sendiri dilakukan dalam beberapa tahap.

Bantuan langsung ditransfer untuk dua bulan, yakni Rp1,2 juta untuk BLT pekerja periode September-Oktober. Berikutnya akan kembali ditransfer subsidi upah tahap kedua untuk periode bantuan November-Desember yang juga sebesar Rp1,2 juta.

Tak sedikit pihak yang protes karena tidak terakomodasi bantuan subsidi gaji tersebut. Sebab, penerimanya harus terdaftar sebagai anggota BPJamsostek. Sementara di sisi lain, banyak pekerja yang tidak didaftarkan BPJamsostek oleh pemberi kerja, mulai dari honorer hingga pekerja atau buruh lepas.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membeberkan beberapa penyebab subsidi upah tersebut tak dapat disalurkan karena masalah teknis, yakni adanya duplikasi rekening, rekening sudah tutup, rekening pasif, rekening tidak valid, rekening telah dibekukan, dan rekening tidak sesuai NIK.

“Pada penyaluran subsidi upah tahap pertama, jumlah rekening yang tak dapat disalurkan sebanyak 15.659 rekening penerima. Rekening yang masih dalam proses penyaluran 173.267 penerima,” kata Menaker Ida Fauziyah dalam keterangannya, Minggu (6/9/2020).

Selain itu, bantuan tersebut hanya diprogramkan hingga Desember 2020. Di sisi lain belum dapat dipastikan dampak pandemi Covid-19 sudah mereda atau tidak pada 2021 nanti, termasuk yang dialami pekerja.

Ida pun mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengevaluasi program tersebut. Ada beberapa hal yang akan dikaji. Di antaranya, mulai dari sasaran penerimanya hingga melihat peluang untuk memperpanjang periode pemberian bantuan. 

Sumber: Ayojakarta.com
Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers