web analytics
  

Jadwal Lanjutan Liga 1 2020 Padat, Pelatih Persib: Itu Menyiksa

Sabtu, 5 September 2020 11:22 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Jadwal Lanjutan Liga 1 2020 Padat, Pelatih Persib: Itu Menyiksa, Jadwal Liga 1,Berita Persib Hari Ini,Robert Alberts,PT Liga Indonesia Baru (PT LIB),Persib

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts keberatan dengan jadwal Liga 1 yang padat. (Ayobandung.com/Eneng Reni)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Pelatih Persib Bandung keberatan dengan jadwal yang telah dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetesi terkait lanjutan Liga 1 2020. 

Robert mengatakan, dengan jadwal yang super padat tersebut bakal membuat tim peserta kesulitan. Jeda setiap pertandingan yang sangat singkat akan membuat tim kewalahan dalam pemulihan. Terlebih, tim harus menggunakan transportasi darat untuk menggelar laga tandang.

"Tentunya ada kesulitan dari jadwal liga yang baru. Dengan dahsyatnya perjalanan darat, saya pribadi punya pendapat berbeda soal itu, saya tidak mendukung jadwal ini," kata Robert usai latihan di Stadion GBLA, Jumat (4/9/2020).

Pelatih asal Belanda itu memahami otoritas sepak bola Tanah Air telah memutar otak untuk mengatur jadwal pertandingan di tengah pandemi corona.  Keterbatasan dalam situasi ini membuat jadwal harus lebih padat dari biasanya. 

Namun Robert menyoroti jadwal liga yang harus berakhir di Februari 2021. Sementara itu, lanjutan Liga baru kembali bergulir 1 Oktober. Artinya tim peserta akan bermain selama kurang lebih 5 bulan dengan sisa 31 pertandingan.

"Saya tahu orang-orang sudah berusaha untuk membuat liga ini berjalan lagi dan memikirkan banyak aspek. Tapi dari jadwal ini kenapa kami harus selesai pada Februari. Itu akan membuat kompetisi berjalan terburu-buru," katanya.

Robert mengakui jadwal ini menimbulkan banyak pertanyaan dalam benaknya. Eks pelatih Arema FC dan PSM Makassar itu heran kenapa federasi tak melibatkan para pelatih saat menyusun jadwal. Pasalnya, hal itu berkaitan dengan teknis dan kondisi tim dalam melanjutkan kompetisi.

"Kami harus patuh terhadap peraturan dari PSSI, sayangnya kami sebagai pelatih dan orang yang paham teknis tidak diminta masukan sebagai input membuat keputusan yang diambil," katanya.

"Saya rasa itu tidak benar, orang-orang di lapangan seharusnya menjadi bagian besar dari pengambilan keputusan seperti jadwal liga ini. Saya punya pandangan berbeda," ungkapnya.

Pelatih yang pernah menjadi Direktur Teknik di Timnas Malaysia dan Korea Selatan itu berharap bisa menangani masalah ini dengan cara yang berbeda. Dia berharap bisa memulai lagi liga dengan cara yang lebih baik.

Sayangnya, Robert mengatakan, jadwal yang sudah ada akan sulit diubah. Alih-alih melibatkan suara para pelatih, pada akhirnya pertandingan akan tetap berjalan dan klub harus menerimanya meski sangat berat.

"Sejak kami tidak ditanya dan opini kami tidak didengar, sulit untuk mengubah jadwal ini. Kami harus patuh dengan dan berusaha bisa berkompromi dengan jadwal ini. Tapi bisa saya katakan, ini menyiksa bagi kami," ujarnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers