web analytics
  

Giliran Sekda Kota Cirebon Terkonfirmasi Positif Covid-19

Jumat, 4 September 2020 11:15 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Giliran Sekda Kota Cirebon Terkonfirmasi Positif Covid-19, Sekda Cirebon,Berita Cirebon,COVID-19,Pandemi Covid-19,Virus Corona,sekda kota cirebon,agus mulyadi,Wali Kota Cirebon,nashrudin azis

Sekretaris Daerah, Agus Mulyadi. (Ayocirebon.com/Erika lia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Agus Mulyadi, terkonfirmasi Covid-19. Usai kabar tersebut diterima, tes usap bagi ASN hingga sterilisasi gedung Balai Kota Cirebon pun dilakukan.

"Tadi malam kami ketahui Pak Sekda positif," ujar Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, Jumat (4/9/2020).

Agus terdeteksi positif tanpa menunjukkan gejala. Saat ini, yang bersangkutan menjalani karantina mandiri di rumah jabatan sekda.

"Keluarganya diungsikan di rumah pribadi," ujar Azis.

Sejauh ini, upaya penelusuran dan pelacakan atas kasus sekda tengah dilakukan tim penanganan Covid-19 Kota Cirebon. Azis tak menampik, dirinya pun menjadi salah satu kontak erat Agus sehingga harus menjalani tes usap. 

"Pagi tadi saya sudah di-swab (tes usap)," katanya.

Selain dirinya, ASN lain di lingkungan kerja Pemkot Cirebon yang diketahui sempat berinteraksi dengan Agus pun dipastikan menjalani pemeriksaan serupa. Disinggung kemungkinan sterilisasi area balai kota, Azis memastikan akan mengambil langkah itu. Namun, dirinya membutuhkan konfirmasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat ihwal hasil tes usap atas ASN yang berkontak dengan Agus.

"(Sterilisasi balai kota) pasti, setelah semua di-swab. Saya akan konfirmasi Dinkes dulu kapan swab dilaksanakan, baru sterilisasi," tuturnya.

Sejauh ini belum dapat dipastikan kronologi paparan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 terhadap Agus. Azis mengaku, otoritas kesehatan setempat belum memberikan laporan resmi mengingat masih proses penanganan masih berlangsung. Hanya, imbuhnya, Agus diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Bogor untuk menghadiri pertemuan sekda se- Jawa Barat. Sayang, dirinya tak hafal waktunya.

Namun, dia mengingatkan, indikasi paparan virus terhadap Agus tak hanya riwayat perjalanan itu. Mempertimbangkan tugas sekda yang mobilitasnya tergolong tinggi, peluang paparan virus bisa dari pintu mana saja. Dengan kata lain, segala aktivitas yang dijalankan Agus berpotensi menjadi momentum penularan virus. Karenanya, Azis meminta atensi semua pihak atas kasus ini.

"Harus ekstra dalam mencegah penularan virus. Masyarakat Kota Cirebon harus lebih bijaksana menyikapi adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan," tegasnya.

Masyarakat, pintanya, harus memahami protokol kesehatan penting diterapkan bukan hanya untuk perlindungan diri, melainkan pula untuk kesehatan orang lain. Dalam kesempatan itu, Azis memastikan telah memiliki skenario penanganan dalam situasi terburuk sebagai dampak atas kasus semacam ini.

"Kami sudah siap (kemungkinan terburuk), ini sudah kami perhitungkan. Ada upaya pencegahan yang sudah kami jalankan," bebernya.

Tugas Agus sendiri sementara waktu diambil alih para asisten daerah. Khalayak ramai kembali diingatkan untuk tak menganggap enteng AKB di tengah pandemi yang belum usai.

"Kalau kita tak waspada, ini bisa jadi masalah baru," pungkasnya.

Sumber: Ayocirebon.com
Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers