web analytics
  

Subsidi Upah Diperpanjang Sampai 2021, Ini Persiapan BPJamsostek

Jumat, 4 September 2020 10:23 WIB Aini Tartinia
Umum - Nasional, Subsidi Upah Diperpanjang Sampai 2021, Ini Persiapan BPJamsostek, subsidi gaji rp600.000,Bantuan Subsidi Upah (BSU),Subsidi gaji karyawan,nasional,BPJS Ketenagakerjaan,BPJAMSOSTEK

Ilustrasi--Uang (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN), Erick Thohir, mewacanakan perpanjangan waktu pemberian subsidi upah pekerja bergaji di bawah Rp5 juta. Lalu bagaimana persiapan dari BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek selaku penyedia data penerima dari program tersebut?

Deputi Direktur Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJamsostek, Irvansyah Utoh Banja, mengaku siap menyediakan data bila nantinya kembali diminta. Namun, BPJamsostek masih menunggu keputusan dari pemerintah terkait kelanjutan rencana perpanjangan bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) itu.

"Kembalikan ke pemerintah selaku pembuat kebijakan. BPJamsostek sebagai mitra penyedia data siap menyediakan data sesuai skema, mekanisme dan kriteria yang akan ditetapkan pemerintah," kata Utoh saat dihubungi Ayojakarta, Kamis (3/9/2020).

Utoh mengaku belum mengetahui apakah ketika program itu diperpanjang akan ada penambahan jumlah peserta atau tidak. "Kita sesuaikan dengan kebijakan pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya, Erick Thohir menegaskan, program BSU atau BLT senilai Rp600 ribi per bulan selama empat bulan itu hanya akan berakhir hingga Desember 2020. Meskipun begitu, ada kemungkinan akan dilanjutkan bila program tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Diketahui, di tahap pertama penerima BSU atau BLT ditransferkan dana sebesar Rp1,2 juta untuk bantuan subsidi upah pada September dan Oktober 2020. Tahap kedua, penerima bantuan diberikan dana sebesar Rp1,2 juta untuk bantuan subsidi upah pada November dan Desember 2020.

“Jadi, terus kita tingkatkan dan tentu sisanya yang Rp1,2 juta akan dibayarkan Oktober akhir atau November awal,” kata Menteri BUMN itu dalam konferensi pers virtual, Rabu (2/9/2020).

Selain membantu para pekerja yang terdampak penghasilannya karena peliknya efek virus Corona yang melanda sektor ekonomi, Erick berharap bantuan dari pemerintah ini juga dapat mendorong daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Belum dapat BSU atau BLT Rp600 ribu? Kalian bisa cek nama di BPJamsostek via aplikasi, laman resmi dan SMS. Ini beberapa caranya:

1. Aplikasi BPJSTKU
a. Kalian harus mengunduh aplikasi BPJSTKU di perangkat Android ataupun iOS.
b. Setelah mengunduh, peserta harus melakukan registrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan PIN.
c. Syarat registrasi di aplikasi BPJSTKU antara lain Nomor KPJ (ada di kartu BPJamsostek), Nomor Induk Kependudukan (NIK) e-KTP, dan tanggal lahir, dan nama.
d. Setelah terdaftar dan login, peserta dapat mengetahui status kepesertaan BPJamsostek.
e. Kemudian pilih di “Kartu Digital”.
f. Setelah muncul tampilan kartu digital BPJamsostek, klik di tampilan tersebut, bagian bawah akan terlihat status kepesertaan BPJS TK (aktif atau tidak aktif).

2. Website BPJasmsotek
a. Masuk ke https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/.
b. Masukkan alamat email di kolom user.
c. Masukkan kata sandi.
d. Setelah masuk, pilih menu layanan.
e. Pada menu layanan, pilih cek saldo JHT.
f. Masukkan PIN yang telah dikirim melalui SMS.
g. Saldo kamu akan ditampilkan

Namun apabila belum terdaftar di laman tersebut, bisa melakukan registrasi dengan cara:
a. Masuk ke https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/.
b. Pilih menu registrasi.
c. Isi formulir sesuai dengan data nomor KPJ Aktif, nama, tanggal lahir, nomor e-KTP, nama ibu kandung, nomor ponsel, dan email.
d. Apabila berhasil, kamu akan mendapatkan PIN.
e. PIN dikirim melalui email dan SMS dari nomor ponsel yang didaftarkan.

3. SMS

Cara melalui SMS sebenarnya diperuntukkan untuk mengecek besaran saldo jaminan hari tua (JHT). Pengecekan saldo JHT juga bisa digunakan sekaligus untuk mengetahui apakah status kepesertaannya masih aktif atau tidak.

Ketik pada layar HP: DAFTAR(spasi)SALDO#Nomor KTP#NAMA#Tanggal lahir#Nomor peserta#Email (jika ada), kemudian kirim SMS ke 2757.
Untuk tanggal lahir gunakan format dd-mm-yy.

4. Melalui WhatsApp

Selain melalui web dan SMS, kalian juga dapat mengecek lewat Whatsapp dengan nomor +62 811-9115910 atau +62 855-1500910.

 

Sumber: Ayojakarta.com
Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers