web analytics
  

Program Kartu Prakerja Dilanjut Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Jumat, 4 September 2020 09:40 WIB Icheiko Ramadhanty
Umum - Nasional, Program Kartu Prakerja Dilanjut Tahun Depan, Ini Penjelasannya, prakerja,insentif pekerja,update prakerja,menteri keuangan,sri mulyani,COVID-19

Kartu Prakerja (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Program kartu prakerja sudah memasuki gelombang 7, di mana hingga Kamis 3 September 2020 jumlah peserta mencapai 800.000 orang. 

Sebagaimana diketahui, pemerintah mengeluarkan subsidi berupa program kartu prakerja sejak 11 April 2020. Program ini merupakan salah satu bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

Kini, penerima kartu prakerja sudah melebihi 3 juta penerima yang terbagi dalam beberapa gelombang. 

Head of Communications Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu, mengatakan pihaknya butuh tiga gelombang lagi untuk memenuhi kuota yang diberikan pemerintah untuk penerima prakerja, yakni sebesar 5,6 juta penerima.

Namun, bagi masyarakat yang masih belum dinyatakan lolos dalam prakerja 2020, tidak perlu khawatir. Pasalnya, pemerintah akan kembali melanjutkan program kartu prakerja pada 2021.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Dia mengatakan kelanjutan program bantuan langsung tunai (BLT) dan kartu prakerja pada 2021 merupakan dukungan untuk membangun sumber daya manusia berkualitas dan mempunyai daya saing.

"Pemerintah pada 2021 akan melanjutkan pelaksanaan program perlindungan sosial melalui PKH, Kartu Sembako, dan melanjutkan pemberian bansos tunai,serta melanjutkan pelaksanaan program kartu prakerja," kata Ani, panggilan akrab Sri Mulyani dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (01/9/2020).

Lebih lanjut, kata Ani, berdasarkan pada penanganan Covid-19, pemerintah akan melakukan penguatan pelaksanaan program perlindungan sosial. Hal ini guna mempercepat penurunan kemiskinan akibat pandemi Covid-19, dengan melaksanakan reformasi sistem perlindungan sosial.

"Reformasi sistem perlindungan sosial dilakukan melalui perbaikan data masyarakat miskin dan rentan, integrasi dan digitalisasi penyaluran bantuan sosial, pengembangan sistem perlindungan sosial yang adaptif, serta penyempurnaan mekanisme pendanaan perlindungan sosial," jelasnya.

Ketika ditanya mengenai rencana dari pemerintah tersebut, Louisa mengaku pihaknya akan selalu siap melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. 

"Kami adalah manajemen pelaksana kartu prakerja dan selalu siap melaksanakan mandat dari komite cipta kerja," ucap Louisa, Jumat (4/9/2020).

Terkait dengan persiapan dan evaluasi yang akan dilakukan manajemen prakerja di tahun depan, Louisa tidak banyak memberikan respon. Dia mengatakan nantinya proses evaluasi akan dilihat ketika kuota penerima kartu prakerja di tahun 2020 sudah terpenuhi. 

Diketahui, sejak gelombang 4 hingga 7, manajemen prakerja secara konsisten dapat meratakan jumlah penerima prakerja, yaitu sebesar 800.000. Berdasarkan hitungan, sudah ada 3.876.811 penerima prakerja dari gelombang 1 hingga 7 nantinya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers