web analytics
  

Kejayaan dan Kematian Suburban

Jumat, 4 September 2020 08:07 WIB Netizen T Bachtiar
Netizen, Kejayaan dan Kematian Suburban, Chevrolet,suburban,transportasi,bandung,puncak,jalan tol

Chevrolet buatan General Motor (GM) tahun 1955 (Chevrolet Suburban) dan tahun 1961 (Chevrolet Apache Suburban). (Ist)

T Bachtiar

Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung.

AYOBANDUNG.COM--Kendaraan ini sangat populer di masyarakat, dan terkenal  kuat menjelajah jarak jauh serta tangguh di tanjakan bahkan medan yang kasar.

Namanya Chevrolet Suburban. Tapi masyarakat ada yang menyebutnya Superben atau Supurben untuk menyebut chevrolet buatan General Motor (GM) tahun 1955 (Chevrolet Suburban) dan tahun 1961 (Chevrolet Apache Suburban).

Penumpang oplet yang biasa duduk di jok berupa bilah papan yang keras, jok Suburban sangat nyaman. Joknya ngenyod, suspensinya sangat baik, sehingga perjalanan antarkota pun, yang jaraknya antara 40-80 km, penumpangnya tetap merasa nyaman.

Karoseri Suburban tetap ada perubahan, disesuaikan dengan kebutuhan penumpang saat itu yang banyak membawa barang. Ada bagasi di belakang dan di atas atap mobil.

Bagaimana pengalaman beberapa pengguna Suburban, berikut ini adalah kesaksiannya. Ibu Rostika (56 tahun), biasa menggunakan jasa angkutan suburban dari Subang ke Bandung.

Berdasarkan pada pengalaman berkali-kali naik Suburban, maka ia mengetahui kendaraan dengan sopir yang mana yang sesuai harapannya. Ia akan memilih kendaraannya yang masih bagus, tidak mogok, sopirnya berani, cepat, tapi tetap nyaman.

Maka  bu Rostika memilih PO (Perusahaan Otobus) Neng Euis, dengan sopir yang memenuhi syarat-syarat itu adalah kang Jaja.

Staanplatnya di dekat Pos Polisi depan Wisma Karya, satu hamparan dengan pom bensin. Bagi ibu Rostika, ke Bandung dengan Suburban bukan saja bepergian dari satu tempat asal ke tempat tujuan, tapi di dalamnya ada unsur hiburan.

Dari Subang, Suburban akan berhenti di staanplat Ciater, di dekat lapangan bola. Berhenti sebentar untuk menaikan penumpang sambil mengisi air radiator. Di sana ia membeli daging gepuk.

Nanti di turunan Cibogo berhenti, ia akan membeli sayuran. Pada saat menurunkan penumpang di staanplat Ledeng, ia membeli ketan bakar (ulen), dan sesampainya di stasiun kereta api Bandung, ibu Rostika biasa membeli sate.

Pengalaman pak Tatan Sumaryana (56 tahun) yang menggunakan jasa transportasi Suburban dari Tasikmalaya ke Bandung. Staanplat di Tasik masih di Gunungkicaw, dan tujuannya ke Kebonkalapa, Bandung.

Naik Suburban itu nyaman, karena suspensinya bagus. Penumpangnya tidak ada yang mabuk kendaraan, termasuk penumpang yang biasa mabuk kendaraan. Umumnya orang Tasik kalau ke Bandung naik suburban. Baru naik bus Sinar Saluyu kalau mau ke Jakarta.

Sedangkan pa Bambang Subagyo (62 tahun) dan pak H Aang Ramlan (75 tahun), naik Suburban dari Ceplak, depan stasiun kereta api Purwakarta dengan tujuan Bandung, turun di viaduck. Dari Sumedang, ibu Nurhayati (64 tahun), menggunakan jasa angkutan suburban kalau akan ke Bandung.

Pak Pepet Djohar (74 tahun) menceritakan, bahwa Suburban itu kendaraan favorit warga Cianjur bila bepergian ke Bandung. Demikian juga kendaraan umum lainnya seperti bus antara tahun 1960-1970, didominasi kendaraan buatan Amerika, seperti bus dengan merek GMC, Chevrolet, dan Ford.

Suburban menjadi favorit warga Cianjur karena lebih cepat sampai, tidak berdesakan, tidak panas, walaupun ongkosnya lebih mahal daripada ongkos bus. Suburban berkapasitas antara 10-15 orang.

Dari staanplatnya di utara alun alun, di antara pasar induk dan alun alun Cianjur, Suburban berangkat menuju staanplat di stasiun selatan kereta api Bandung. Salah seorang pengusaha suburban di Cianjur adalah Babah Cakunyan.

Pada tahun 1970-an, kebutuhan akan jasa transportasi yang lebih nyaman dan dirasa lebih baik dari yang ada, maka berkembanglah Suburban yang menjemput penumpangnya dari rumah, kemudian mengantarnya ke tujuan.

Ketika geliat ekonomi nasional terus melesat, dan pembangunan terus melaju pesat di berbagai sektor, dan banyak tenaga ahli yang tinggal di Bandung menjadi tenaga ahli di Jakarta, maka kebutuhan akan moda transportasi yang dapat menjaga ketepatan waktu dan kenyamanan menjadi meningkat.

Berbagai departemen di era tahun 1970-1990-an, sering sekali mengadakan kegiatan seminar, lokakarya, rapat dinas, dan kegiatan kantor lainnya di Puncak, Ciloto, Cipanas, Cipayung, di Kabupaten Cianjur. Maka jasa transportasi Suburban jemput antar ke tujuan menjadi kebutuhan. Sebelum ada jalan tol, dari Bandung ke Jakarta itu melewati kota-kota: Cianjur – Puncak – Bogor – Cibinong.

Pada tahun 1973 tol Jagorawi, Jakarta – Bogor – Ciawi dibangun, sehingga warga Jakarta dapat dengan cepat untuk menuju Puncak. Dengan kemudahan itu, menyebabkan semakin banyaknya kegiatan dari beberapa departemen yang dilaksanakan di kawasan Puncak dan sekitarnya. Keadaan inilah semakin mendorong berkembangnya jasa angkutan Suburban jemput antara Bandung – Jakarta. Bahkan, mulai ada perusahaan yang mengganti kendaraannya dengan jenis sedan Holden Kingswood.

Jasa transportasi Suburban Bandung – Jakarta lewat Puncak ternyata tidak Berjaya selamanya, bukan karena tidak mengikuti perubahan zaman, tetapi jasa angkutan yang melewati Puncak itu menemui ajalnya berbarengan dengan dibangunnya jalan tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang (jalan tol Cipularang), yang selesai akhir April 2005, sehingga semakin sedikit yang mengadakan kegiatan di kawasan Puncak. Dan, yang berekreasi di kawasan Puncak, saat ini sudah memakai kendaraan pribadi.

Dengan berkembangnya jalan tol dari Bandung ke Jakarta, maka jasa transportasinya pun berkembang mengikuti perubahan sarana transportasi. Kini, jasa transportasi dari Bandung ke Jakarta itu bukan lagi jemput antar lagi, tapi dari pul ke pul, mengingat keadaan lalu lintas di Jakarta yang semakin padat, yang akan membuat kesal penumpang yang kebagian diantarkan paling akhir.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Godaan Perjudian Era Digital

Netizen Jumat, 25 Juni 2021 | 11:30 WIB

Perjudian online di era digital masihlah pertaruhan antara kemenangan dan kekalahan yang tidak menguntungkan.

Netizen, Godaan Perjudian Era Digital, Perjudian,Era digital,Judi Online

Manajemen Kualitas Terpadu untuk Wajah Baru Pariwisata Indonesia

Netizen Jumat, 25 Juni 2021 | 10:35 WIB

Di tengah situasi pandemi Covid-19, pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak.

Netizen, Manajemen Kualitas Terpadu untuk Wajah Baru Pariwisata Indonesia, Manajemen Kualitas Terpadu,Wajah Baru,Pariwisata,Indonesia,COVID-19

Pandemi, Pendidikan Secara Daring, Lupa Sejarah

Netizen Kamis, 24 Juni 2021 | 11:02 WIB

Pandemi, Pendidikan Secara Daring, Lupa Sejarah

Netizen, Pandemi, Pendidikan Secara Daring, Lupa Sejarah , Pendidikan,Pandemi,COVID-19

Almarhum Markis Kido, Christian Eriksen, dan Buaian Indeks Pembangunan...

Netizen Kamis, 24 Juni 2021 | 09:35 WIB

Beberapa saat sebelum Markis Kido menghembuskan nafas terakhir, terdengar kabar kolapsnya Christian Eriksen.

Netizen, Almarhum Markis Kido, Christian Eriksen, dan Buaian Indeks Pembangunan Manusia, Markis Kido,Christian Eriksen,Indeks Pembangunan Manusia,IPM,Henti Jantung,Cardiac Arrest

Gelembung Renang Ikan Tuna Sirip Kuning: Bermanfaat untuk Manusia?

Netizen Kamis, 24 Juni 2021 | 09:25 WIB

Ikan Tuna begitu populer dikalangan masyarakat, karena memiliki banyak manfaat bagi kelangsungan hidup manusia.

Netizen, Gelembung Renang Ikan Tuna Sirip Kuning: Bermanfaat untuk Manusia?, Gelembung Renang,Ikan Tuna Sirip Kuning,Kesehatan,asam amino

Trend Minum Kopi di Indonesia dan Manfaat Gizinya

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 15:39 WIB

Eksistensi kopi di Indonesia bermula dari budaya minum kopi pada masa kedatangan bangsa Belanda pada abad ke-17, ke Ind...

Netizen, Trend Minum Kopi di Indonesia dan Manfaat Gizinya, Minum Kopi,manfaat  minum kopi,sejarah kopi,trend minum kopi

Perokok Terburuk Adalah yang Orang Merokok Saat Berkendara

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 13:05 WIB

Banyak orang masih melakukan tindakan yang mengganggu orang disekitarnya. Salah satunya dengan merokok saat mengendarai...

Netizen, Perokok Terburuk Adalah yang Orang Merokok Saat Berkendara, Rokok,Merokok,Perokok,Berkendara,mengendarai sepeda motor,pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009

Memasuki Masa Pensiun

Netizen Rabu, 23 Juni 2021 | 10:41 WIB

Secara resmi, Raden Kartawinata dihentikan sebagai zelfstandig patih Sukabumi pada tanggal 8 Oktober 1905.

Netizen, Memasuki Masa Pensiun, raden kartawinata, sejarah sunda,tempo dulu

artikel terkait

dewanpers