web analytics
  

Harga Sayuran di Kota Bandung Turun Signifikan

Kamis, 3 September 2020 13:56 WIB Rizma Riyandi
Bandung Raya - Bandung, Harga Sayuran di Kota Bandung Turun Signifikan, Harga Sayuran,Harga Sayuran di Bandung,Berita Bandung,Pemkot Bandung,ekonomi Bandung

Ilustrasi--Pasar tradisional (Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Harga sayur mayur di pasar tradisional Kota Bandung mengalami penurunan. Penurunan harga yang paling mencolok yakni cabe merah tanjung dan cabe rawit merah. Hal tersebut berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung sepanjang Agustus.

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan E-Commerce Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa menuturkan, pada minggu pertama dan kedua Agustus 2020 lalu harga cabai merah tanjung masih di atas Rp40 ribuan per kilogram (kg). Sedangkan harga cabai rawit merah di kisaran Rp36.000 sampai Rp38.000 per kg. 

“Memasuki minggu ketiga dan kempat Agustus, cabe merah tanjung di kisaran Rp26 ribuan per kg. Cabe rawit merah juga turun menjadi Rp27 ribuan per kg di minggu ketiga Agustus dan masih stabil sampai sekarang,” ungkap Meiwan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis, 3 September 2020.

Meiwan menambahkan, penurunan harga juga terjadi untuk jenis sayur mayur lainnya. Walau pun tidak sampai anjlok seperti harga cabai merah tanjung dan cabai rawit merah.

Saat ini, tomat itu di kisaran Rp8 ribuan per kg. Padahal biasanya berkisar Rp15 ribuan per kh. Kentang berkisar Rp14-15 ribuan per kg dari biasanya Rp18 ribuan per kg.

Sedangkan, wortel yang biasanya Rp20 ribuan per kg menjadi Rp10-12 ribuan per kg. Timun yang biasanya Rp12 ribuan per kg menjadi Rp7-8 ribu per kg. 

"Harga kol juga turun,” terangnya.

Kisaran harga tersebut, lanjut Meiwan, hasil pemantauan di 8 pasar tradisional di Kota Bandung.. Yakni Pasar Sederhana, Kiaracondong, Kosambi, Ancol, Palasari, Cihaurgeulis, dan Pasar Baru.

“Untuk komoditas lainnya seperti beras, cabe, bawang, daging, minyak goreng, telur, gula tepung, dan ikan cenderung relatif masih stabil. Sekali pun ada fluktuasi harga masih tidak terlalu jauh,” ujarnya.

Meiwan mengungkapkan, penurunan harga ini diduga akibat stok barang yang cukup banyak, lantaran sudah memasuki masa panen. Di sisi lain, daya beli masyarakat juga masih belum begitu tinggi.

“Daya beli masyarakat itu sekarang masih menahan dan tidak jor-joran karena masih pandemi. Tetapi sayur mayur juga suplainya melimpah karena masuk masa panen.. Itu yang menyebabkan harga menurun," katanya.

"Bahkan ada beberapa petani yang membiarkan hasil panennya daripada dijual tetapi ongkos angkut dan sebagainya juga lebih mahal,” bebernya.

Selain itu, Meiwan menuturkan, di tengah pandemi Covid-19 ini setidaknya juga turut mempengaruhi pola berbelanja langsung ke pasar ataupun kebutuhan bahan baku dari sektor penjualan kuliner.

“Mungkin sekarang juga tidak semua rumah makan, hotel atau penjual lainnya belum normal. Jadi pembeliannya masih belum banyak," tutur Meiwan.

 

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Ridwan Kamil Minta KBB dan Kota Tasikmalaya Kerja Keras Turunkan Kasus...

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 23:19 WIB

Memasuki PPKM Mikro tahap ketujuh 4-17 Mei 2021, Jawa Barat memiliki dua zona merah yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Ko...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Minta KBB dan Kota Tasikmalaya Kerja Keras Turunkan Kasus Covid, Gubernur Jabar Ridwan Kamil,Kasus Covid-19 di Jabar,Zona merah di Jawa Barat,KBB Zona Merah,Kota Tasikmalaya Zona Merah

Pemkot Bandung Bertekad Perbaiki Peringkat Smart City Dunia

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 22:10 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bertekad mempetahankan status smart city yang telah dipegangnya. Bahkan Pemkot Bandung...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Bertekad Perbaiki Peringkat Smart City Dunia, Pemkot Bandung,Smart City,Eden Strategy Institute

Hari Kedua Larangan Mudik, Ridwan Kamil: 22.000 Kendaraan Diputarbalik...

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 22:04 WIB

Selama dua hari penyekatan pada masa pelarangan mudik 6-17 Mei 2021, petugas gabungan kabupaten/kota berhasil memutar ba...

Bandung Raya - Bandung, Hari Kedua Larangan Mudik, Ridwan Kamil: 22.000 Kendaraan Diputarbalikkan , Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Hari Kedua Larangan Mudik,Kendaraan Diputarbalikkan,Larangan Mudik di Jabar,Mudik Aglomerasi Dilarang,mudik lokal dilarang

Tingkatkan PAD Sektor Pajak, Oded Minta Lurah dan Camat Edukasi Warga

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 21:53 WIB

Pemerintah Kota Bandung memberikan penghargaan kepada camat dan lurah berprestasi dalam pemungutan pembayaran Pajak Bumi...

Bandung Raya - Bandung, Tingkatkan PAD Sektor Pajak, Oded Minta Lurah dan Camat Edukasi Warga, Pemkot Bandung,PAD Kota Bandung,pajak kota bandung,PBB Kota Bandung

Orang Sunda Diimbau Tidak Terjebak Romantisme Masa Lalu

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 18:44 WIB

Ketua Umum Sundawani Wirabuana, Robby Maulana Zulkarnaen, mengimbau kepada masyarakat Sunda di Indonesia untuk beradapta...

Bandung Raya - Bandung, Orang Sunda Diimbau Tidak Terjebak Romantisme Masa Lalu, Sunda Nusantara,Romantisme Masa Lalu,Sundawani Wirabuana,Orang Sunda,masyarakat Sunda

Ramai Pengunjung, Beberapa Toko di Kings Kena Sanksi Prokes

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 18:35 WIB

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagin), Elly Wasliah memprediksi akan terjadi lonjakan pengunjung mal k...

Bandung Raya - Bandung, Ramai Pengunjung, Beberapa Toko di Kings Kena Sanksi Prokes, Kings Shopping Center,Pengunjung Memadati Kings,Kings Ramai Pengunjung

Paguyuban Sunda: Kekaisaran Sunda Nusantara Halusinasi

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 16:39 WIB

Menurut Robby, kasus fenomena Sunda Nusantara kurang-lebih memiliki persamaan dengan Sunda Empire yang sempat menggegerk...

Bandung Raya - Bandung, Paguyuban Sunda: Kekaisaran Sunda Nusantara Halusinasi, Negara Kekaisaran Sunda Nusantara,plat nomor Kekaisaran Sunda,STNK kekaisaran Sunda,SIM kekaisaran Sunda,kekaisaran sunda nusantara,Sunda Empire

Kendaraan Selain Plat D Curi Waktu saat Petugas Istirahat di GT Pasteu...

Bandung Jumat, 7 Mei 2021 | 14:51 WIB

Di antara kendaraan dengan pelat nomor selain D yang lolos pemeriksaan, kendaraan dengan pelat nomor B adalah yang palin...

Bandung Raya - Bandung, Kendaraan Selain Plat D Curi Waktu saat Petugas Istirahat di GT Pasteur, pos penyekatan Pasteur,pos penyekatan Bandung,Larangan Mudik Lebaran 2021,larangan mudik Bandung,pemudik masuk Bandung,Bandung

artikel terkait

dewanpers