web analytics
  

Hampir 5.000 Pasutri di Sukabumi Bercerai selama Pandemi

Kamis, 3 September 2020 07:38 WIB
Umum - Regional, Hampir 5.000 Pasutri di Sukabumi Bercerai selama Pandemi, Perceraian,Sukabumi,dampak pandemi

Hampir 5.000 pasangan suami istri di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bercerai sepanjang pandemi atau Awal Maret 2020. Alasan perceraian karena berbagai faktor. (Pixabay)

SUKABUMI, AYOBANDUNG.COM -- Hampir 5.000 pasangan suami istri di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bercerai sepanjang pandemi atau Awal Maret 2020. Alasan perceraian karena berbagai faktor.

"Saya mendapatkan informasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi sejak Maret hingga Juli hampir 5 ribu pasutri memilih untuk bercerai, padahal jika dibandingkan dengan sebelum terjadinya pandemi Covid-19 kasus perceraian hanya 1.200 hingga 1.500 kasus saja," kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Sukabumi, Rabu (2/9/2020).

Menurutnya, tingginya angka perceraian di masa pandemi Covid-19 lebih dikarenakan faktor ekonomi. Apalagi sejak awal pandemi, sejumlah kegiatan usaha hampir vakum khususnya perusahaan-perusahaan seperti pabrik tutup karena tidak bisa beroperasi.

Dampaknya, beberapa karyawannya terpaksa dirumahkan, bahkan ada yang diputushubungan kerja (PHK), tidak hanya perusahaan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pun ikut terdampak, imbasnya pemasukan untuk rumah tangga menjadi carut marut.

Minim hingga tidak adanya pemasukan untuk keluarga, tentunya pasutri akan mudah bertengkar dan jika tidak bisa bertahan, ujung-ujungnya memilih untuk bercerai. Padahal pilihan cerai itu bukan merupakan solusi, seharusnya pasutri bisa bergotong royong untuk membina dan menghidupi keluarga.

Namun, dari banyaknya kasus perceraian juga ada yang dikarenakan sudah tidak bisa lagi mempertahankan biduk rumah tangga maupun ketidakcocokan antara suami dan istri. Meskipun pilihan bercerai merupakan hak, tetapi pasutri harus ingat janji saat akad nikah.

"Pandemi Covid-19 merusak hampir ke seluruh tatanan hidup manusia, tidak hanya di sektor kesehatan tapi ekonomi. Bahkan, tidak hanya di Kabupaten Sukabumi saja angka kasus perceraian meningkat," katanya.

Marwan mengatakan, di masa normal baru ini Pemkab Sukabumi mempunyai banyak program untuk memulihkan perekonomian masyarakat, seperti dibukanya kembali destinasi pariwisata, waktu operasi aktivitas perdagangan kembali normal, pelatihan, hingga bantuan dalam bentuk peningkatan perekonomian keluarga.

Meskipun tidak bisa langsung memulihkan, karena pandemi belum berakhir, tetapi saat ini perekonomian masyarakat mulai meningkat. Tentunya dalam pemulihan ini pemerintah tidak bisa bekerja sendiri sehingga pihaknya menggandeng badan usaha untuk ikut bersama memberikan bantuan pemulihan ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, di masa normal baru sekarang ini, masyarakat jangan lalai, karena Covid-19 masih ada dan harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan jangan sampai kasus penyebaran virus yang bisa menyebabkan kematian ini terus bertambah setiap harinya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Pejabat Terkena Covid-19, Kantor Wali Kota Tasik Disterilisasi

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 16:01 WIB

Setelah Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf terkonfirmasi positif Covid-19, satuan tugas (satgas)...

Umum - Regional, Pejabat Terkena Covid-19, Kantor Wali Kota Tasik Disterilisasi, Kantor Wali Kota Tasik,Wali Kota Tasikmalaya,Covid-19 Tasikmalaya,Kasus Covid-19 di tasik,plt wali kota tasikmalaya muhammad yusuf,PNS Pemkot Tasik

Rektor IPB Arif Satria Positif Covid-19 yang Kedua Kalinya

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 15:42 WIB

Rektor IPB University Arif Satria dikabarkan kembali positif Covid-19. Ini merupakan kali kedua, setelah sebelum ia juga...

Umum - Regional, Rektor IPB Arif Satria Positif Covid-19 yang Kedua Kalinya, rektor IPB University,Rektor IPB University Arif Satria,Rektor IPB Positif Covid-19,Rektor IPB Arif Satria

Warga Purwakarta Keluhkan Jalan Rusak Akibat Proyek KCIC

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 14:38 WIB

Dampak pembangunan Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Jakarta-Bandung masih menjadi polemik di tengah masyarakat di Kab...

Umum - Regional, Warga Purwakarta Keluhkan Jalan Rusak Akibat Proyek KCIC, KCIC,kereta cepat Jakarta-Bandung,Kereta Cepat Indonesia China,Kereta Cepat,Proyek KCIC,Jalan Purwakarta Rusak,Purwakarta

Pasien Covid-19 OTG Diminta Tidak Usah Datang ke RS di Tasikmalaya

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 14:20 WIB

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto meminta kepada warga yang terpapar Covid-19 tanpa gejala apa pun untuk tidak datang dan...

Umum - Regional, Pasien Covid-19 OTG Diminta Tidak Usah Datang ke RS di Tasikmalaya, Pasien Covid-19,OTG,Orang tanpa Gejala,Rumah Sakit,Tasikmalaya

Ridwan Kamil Ungkap Alasan Revisi Level Zonasi Penyebaran Covid-19 di...

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 14:15 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Barat merevisi level zonasi penyebaran Covid-19. Semula daerah di Jabar dinyatakan bebas dari...

Umum - Regional, Ridwan Kamil Ungkap Alasan Revisi Level Zonasi Penyebaran Covid-19 di Jabar, Penyebaran Covid-19 di Jabar,Level Zonasi Penyebaran Covid-19 Jabar,Penyebaran Covid-19 Jabar,Zonasi Penyebaran Covid-19 di Jabar,Zona Merah Covid-19 di Jabar,Kasus Covid-19 di Jawa Barat

Angka Keterisian Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Kota Bogor Makin Mengkha...

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 13:46 WIB

Ketersedian tempat tidur khusus pasien Covid-19 di Kota Bogor kian mengkhawatirkan.

Umum - Regional, Angka Keterisian Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Kota Bogor Makin Mengkhawatirkan, Angka keterisian,Rumah Sakit Rujukan,COVID-19,Kota Bogor,Bed Occupancy Rate,BOR

Stok Menipis, Kadin Kota Bogor Sumbang Puluhan Peti Jenazah Covid-19 

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 12:40 WIB

Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Kota Bogor, memberikan bantuan berupa 20 peti mati khusus untuk jenazah Covid-19 di Ko...

Umum - Regional, Stok Menipis, Kadin Kota Bogor Sumbang Puluhan Peti Jenazah Covid-19 , Kamar Dagang dan Industri,Kota Bogor,Kadin,Peti Jenazah,Covid-19

Update Covid-19 Jabar 25 Juni 2021: Bandung Zona Merah

Regional Jumat, 25 Juni 2021 | 11:35 WIB

Kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) sebanyak 206.346 setelah bertambah 3.053 kasus pada Jumat, 25 Juni 2021.

Umum - Regional, Update Covid-19 Jabar 25 Juni 2021: Bandung Zona Merah, Covid-19 Jabar,Update Covid-19 Jabar,Update covid-19 Jabar terbaru,update covid-19 jabar hari ini,Data covid-19 jabar,Data Covid-19 Jabar terbaru,Update Data Covid-19 Jabar

artikel terkait

dewanpers