web analytics
  

23 Ribu Petani di KBB Belum Kantongi Kartu Tani

Rabu, 2 September 2020 22:01 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, 23 Ribu Petani di KBB Belum Kantongi Kartu Tani, Petani di KBB,Kartu tani

Petani. (Pixabay)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 23 ribu Petani di Kabupaten Bandung Barat (KBB) belum mengantongi Kartu Tani. Padahal, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) telah mengajukan 45 ribu petani mendapatkannya melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Kepala Dinas DPKP KBB, Heru Budi mengatakan, sejak tahun 2018 pemerintah pusat meluncurkan program Kartu Tani bertujuan untuk memberikan kemudahan penyaluran bantuan pupuk bersubsidi kepada petani.

Kartu tani itu untuk menjamin akuntabilitas perolehan subsidi pupuk ini berdasarkan NIK. Sampai saat ini, yang sudah tercetak 22 ribu kartu,"kata Heri, Rabu (2/9/2020)

Heru menerangkan, dari total 45 ribu petani yang diusulkan tersebut sebagian besar merupakan petani lahan sawah dan sebagian kecil merupakan petani kebun.

“Sekarang ini ada 90 kios resmi di KBB yang ditunjuk dan sudah dilengkapi dengan edc. Jadi target kita itu rampung semua,” ucap Heru.

Dengan memiliki Kartu Tani, terang Heru, petani akan mendapat kepastian dalam memperoleh pupuk bersubsidi. Selain itu, banyak keuntungan lain yang bisa diperoleh seperti lebih gampang mendapatkan kredit usaha dari bank.

“Tetapi tak sembarang orang bisa memegang kartu ini. Ada rangkaian proses yang harus dijalani. Tujuannya agar bantuan subsidi pupuk benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Persyaratan utama mendapatkan kartu tani lanjut dia, petani harus tergabung dalam kelompok tani. Kemudian, petani mengumpulkan fotokopi e-KTP dan Tanda Kepemilikan Tanah bukti setoran pajak tanah, bukti sewa, atau anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

“Pengajuan tersebut mengacu pada sejumlah persyaratan. Salah satunya, petani tidak memiliki luas lahan lebih dari 2 hektar dan NIK-nya jelas,” papar dia.

Selanjutnya, dilakukan upload data RDKK atau upload alokasi pupuk bersubsidi. Petani pun harus hadir ke bank yang ditunjuk pemerintah agar kartu tani terbit.

“Jawa Barat pakai bank Mandiri, jadi dalam proses ini petani menunjukkan KTP asli dan menyebutkan nama Ibu Kandung. Kemudian petugas melakukan pengecekan ke server bank dilanjutkan proses pembuatan buku tabungan,” jelasnya.

Setelah mengantongi kartu tani ini lanjut Heru, maka sistem pengajuan pupuk yang digunakan secara manual melalui RDKK, adanya kartu tani ini menjadi terkontrol.

Sebab, dari awal tahun kebutuhan pupuk bersubsidi di petani ini sudah terhubung langsung ke kartu tani ini yang telah diberikan kuota atas kebutuhan selama setahun.

“Artinya, dengan kartu tani pemberian subsidi pupuk menjadi tepat sasaran ke petani langsung sebagai penerima (pemegang kartu tani),” tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

Inovasi IBB-TV Solusi Hemat Kuota Belajar Jarak Jauh

Ngamprah Senin, 25 Januari 2021 | 13:12 WIB

Kondisi itu berdampak kepada pengeluaran orang tua siswa yang menjadi bertambah karena harus menyiapkan kuota internet s...

Bandung Raya - Ngamprah, Inovasi IBB-TV Solusi Hemat Kuota Belajar Jarak Jauh, pembelajaran jarak jauh (PJJ),pjj (pembelajaran jarak jauh),TV Satelit,IBB-TB,TV Bandung132

Menengok Budidaya Madu di Mukapayung Cililin, Garapan Kiai Muda Mustan...

Ngamprah Senin, 25 Januari 2021 | 10:20 WIB

Tidak jarang lebahnya takut jika ada kepulan asap yang berasal dari tungku api para santri yang sedang memasak liwet.

Bandung Raya - Ngamprah, Menengok Budidaya Madu di Mukapayung Cililin, Garapan Kiai Muda Mustang, Madu Mukapayung,Madu Cililin,Kiai Mustang,Madu

Ruang Isolasi Covid-19 Terisi 90%, Pemkab Bandung Barat Tambah Tempat...

Ngamprah Senin, 25 Januari 2021 | 07:08 WIB

Dari 67 tempat tidur yang ada di tiga RSUD itu, saat ini hanya satu atau dua tempat tidur kosong untuk pasien Covid-19.

Bandung Raya - Ngamprah, Ruang Isolasi Covid-19 Terisi 90%, Pemkab Bandung Barat Tambah Tempat Tidur, Ruang isolasi Covid-19 Bandung Barat,Tempat isolasi Covid-19 Bandung Barat,RS Rujukan Covid-19 Bandung Barat,RSUD Cikalongwetan,RSUD Cililin,RSUD Lembang

Bandung Barat Siapkan Permakaman Khusus Covid-19 di Cipatat dan Batuja...

Ngamprah Senin, 25 Januari 2021 | 06:28 WIB

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tengah menyiapkan lahan pemakaman khusus jenazah pasien Covid19 di daerah Cipatat dan...

Bandung Raya - Ngamprah, Bandung Barat Siapkan Permakaman Khusus Covid-19 di Cipatat dan Batujajar, Lokasi permakaman jenazah Covid-19 Bandung Barat,Permakaman Covid-19 Bandung Barat,Permakaman khusus Covid-19 Bandung Barat,Informasi Covid-19 Bandung Barat

Pandemi Covid-19 Bikin Wisata Lembang Sepi Pengunjung

Ngamprah Minggu, 24 Januari 2021 | 13:15 WIB

Pandemi Covid-19 Bikin Wisata Lembang Sepi Pengunjung

Bandung Raya - Ngamprah, Pandemi Covid-19 Bikin Wisata Lembang Sepi Pengunjung, Wisata Lembang,Wisata Bandung,Bandung Hari Ini,Pandemi Covid-19,PPKM Bandung

Teman SD Oke Takziyah, Ibunda Oke: Jangan Ada yang Menangis. Kami Suda...

Ngamprah Sabtu, 23 Januari 2021 | 19:06 WIB

Jenazah Oke Dhurrotul Jannah (24) dimakamkan di pemakaman keluarga di Gunung Batu, Kota Bandung .

Bandung Raya - Ngamprah, Teman SD Oke Takziyah, Ibunda Oke: Jangan Ada yang Menangis. Kami Sudah Ikhlas, Sriwijaya Air,Sriwijaya Air Hilang Kontak,Oke Dhurrotul Jannah,Oke Dhurrotul Jannah asal Bandung Barat,Pramugari Bandung Barat korban Sriwijaya Air

PPKM di Bandung Barat Bakal Diperpanjang

Ngamprah Jumat, 22 Januari 2021 | 22:27 WIB

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana mengikuti  mengikuti keputusan pemerintah pusat soal perpanjangan Pem...

Bandung Raya - Ngamprah, PPKM di Bandung Barat Bakal Diperpanjang, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),PPKM diperpanjang,Pemkab Bandung Barat,PPKM di KBB

Bupati Bandung Barat Negatif Covid-19, Istri dan Anaknya Masih Positif

Ngamprah Jumat, 22 Januari 2021 | 20:11 WIB

Hasil tes PCR  kedua kepada Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menunjukkan hasil negatif COVID-19. Namun untuk hasil...

Bandung Raya - Ngamprah, Bupati Bandung Barat Negatif Covid-19, Istri dan Anaknya Masih Positif, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna,Bupati Bandung Barat Negatif Covid-19
dewanpers