web analytics
  

Vaksin Merah Putih Sudah 40 Persen, Uji ke Hewan di Akhir Tahun

Rabu, 2 September 2020 19:59 WIB
Umum - Nasional, Vaksin Merah Putih Sudah 40 Persen, Uji ke Hewan di Akhir Tahun, Vaksin Merah Putih,Vaksin Covid-19,Badan Riset dan Inovasi (BRIN),Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)

Vaksin Covid-19. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) atau Badan Riset dan Inovasi (BRIN) bersama Lembaga Biologi Molekular Eijkman kini tengah mengembangkan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri yang diberi nama vaksin Merah Putih.

Menristek sekaligus Kepala BRIN Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan, tahap pengerjaan vaksin Merah Putih sudah mencapai 40 persen dari total keseluruhan tahap pembuatan vaksin.

"Sedang disiapkan untuk ke sel mamalianya, harapannya akhir tahun bisa menyelesaikan uji pada hewan," ujar  Prof. Bambang dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2020).

Setelah pra uji klinis atau uji coba pada hewan selesai, jika berjalan lancar, maka pada awal tahun 2021 bibit vaksin yang dikembangkan Ejikman akan segera diserahkan kepada Biofarma untuk kemudian diproduksi lebih banyak.

Setelahnya, vaksin akan memasuki tahap selanjutnya yaitu uji klinis atau uji coba kepada manusia.

Alasan Biofarma dipilih, kata Bambang, lantaran perusahaan farmasi tersebut sedang bekerjasama dengan vaksin Sinovac asal Tiongkok dan tengah menjalani uji klinis tahap 3 di Indonesia yang juga menggandeng Fakultas Kedokteran UNPAD, Bandung, Jawa Barat.

"Kemudian (vaksin Merah Putih) dimulai uji klinis tahap 1, 2 dan 3. Dan di triwulan ketiga 2021 harapannya kita sudah bisa memproduksi tahapan awal dari vaksin Merah Putih ini untuk keperluan publik," terang Bambang.

Adapun pengembangan vaksin Merah Putih yang dikerjakan Ejikman terdiri dari 3 platform. Platform pertama vaksin dibuat dari sub unit protein DNA rekombinan (rDNA), platform vaksin yang berasal dari berbahan sel mamalia maupun sel ragi.

Platform yang dikembangkan selanjutnya terbuat dari inactive virus atau virus yang dilemahkan, yang bisa membuat daya tahan tubuh mampu menghalau masuknya virus corona jenis baru tersebut.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers