web analytics
  

3.500 Warga Cianjur Terjaring Razia Masker

Rabu, 2 September 2020 12:59 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, 3.500 Warga Cianjur Terjaring Razia Masker, razia masker,Razia Masker di Cianjur,Berita Cianjur,masker,Pandemi Covid-19,Virus Corona

Razia Masker di Kota Cianjur (Ayobandung.com/M. Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 3.500 warga terjaring razia masker di Kabupaten Cianjur dalam kurun waktu empat pekan. Mereka diberi sanksi bervariasi, mulai dari teguran hingga push up sebanyak 10 kali.

Razia warga tak bermasker dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, serta elemen taktis lainnya. Titik razia di jalur yang memang ramai dilalui warga, seperti di pertigaan Taman Joglo, perempatan BLK Jalan KH Abdullah Bin Nuh dan Jalan Mangunsarkoro.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur Hendry mengatakan, masih banyaknya warga yang terjerat razia masker mengindikasikan tingkat kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan masih rendah. Apalagi warga yang terjaring razia rata-rata berdalih lupa atau ketinggalan membawa masker

"Rata-rata mereka beralasan lupa ataupun ketinggalan masker. Padahal kami rutin wawar (memberi tahu) agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan. Salah satunya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," kata Hendry pada Ayobandung.com saat dihubungi melalui telepon, Rabu (2/9/2020).

Warga yang terjaring razia merupakan pejalan kaki, pengendara sepeda motor, serta pengendara mobil. Data mereka selanjutnya dicatat sebagai bahan evaluasi penerapan sanksi berikutnya. 

"Sekarang bentuk sanksinya kerja sosial. Ada yang membersihkan area publik, ada juga yang memilih hukuman push up," ucapnya.

Hendry  menyayangkan masih terdapat warga yang terkesan cuek menggunakan masker saat beraktivitas. Padahal masker berguna cukup efektif menangkal penyebaran virus korona.

"Kami dibantu TNI, Polri, BPBD, PMI, dan elemen lain, akan terus melaksanakan razia masker ini. Upaya sosialisasi juga akan terus dilakukan agar warga betul-betul memahami pentingnya menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan," jelasnya. 

Rudi Afiandi (31) mengapresiasi upaya Pemkab Cianjur dan instansi lainnya yang gencar merazia warga tak menggunakan masker. Ia mendukung adanya penerapan sanksi bagi warga yang abai terhadap aturan protokol kesehatan.

"Covid-19 ini masih ada. Masih berpotensi terus menyebar. Makanya, penting menerapkan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker saat beraktivitas. Kalau ada warga yang bandel, ya lebih baik ditindak saja," terang Rudi.

Rudi mengaku kadang gemas dengan warga yang terkesan cuek dengan aturan. Padahal, menggunakan masker bukan hanya untuk melindungi diri sendiri dari potensi terpapar covid-19.

"Tapi, dengan menggunakan masker, kita juga bisa menyelamatkan orang banyak karena tidak ikut menyebarkan virus corona," tandasnya.

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers