web analytics
  

RS Mulai Penuh, Kemenkes Klaim Masih Aman

Selasa, 1 September 2020 12:55 WIB
Umum - Nasional, RS Mulai Penuh, Kemenkes Klaim Masih Aman, COVID-19,Ikatan Dokter Indonesia (IDI),Virus Corona,Kementerian Kesehatan (Kemenkes),Berita Nasional,Pandemi Covid-19

Ilustrasi--Rumah sakit (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Abdul Kadir mengeklaim, kapasitas rumah sakit (RS) dalam penanganan Covid-19 masih cukup untuk menampung pasien. Pasalnya tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit Covid-19 mencapai 42,3 persen.

"Kapasitas ini untuk sementara dianggap cukup dan angka okupansi atau bed occupancy rate sampai sekarang ini di rumah sakit baru mencapai 42,3 persen," ujar Abdul dalam webinar, Selasa (1/9).

Ia memerinci, saat ini, dari 2.900 rumah sakit di Indonesia, sudah tercatat 839 rumah sakit telah melayani pasien Covid-19. Jumlah itu terdiri dari 132 rumah sakit rujukan nasional dan 707 rumah sakit rujukan daerah dalam penanganan Covid-19.

Abdul membantah pernyataan pihak lain yang menyatakan seluruh rumah sakit Covid-19 terisi penuh. "Sehingga dengan demikian tidak benar institusi yang mengatakan bahwa rumah sakit semuanya penuh. Itu semua adalah hoaks sebenarnya," kata dia.

Menurut Abdul, dengan tingkat okupansi 42,3 persen, Kemenkes mengeklaim kapasitas rumah sakit masih mencukupi. "Kenapa? Karena data yang masuk ke kami setiap harinya sebagai Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan adalah bahwa tingkat okupansi rumah sakit dengan pasien Covid-19 ini baru mencapai 42,3 persen," lanjut dia.

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat, tingkat keterisian tempat tidur di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit DKI Jakarta dilaporkan tembus pada angka 77 persen. Angka ini jauh di atas batas ideal tingkat keterisian tempat tidur (BOR) rumah sakit di level 60 persen. Sementara, angka BOR untuk ruang isolasi mencapai 69 persen.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kenaikan secara signifikan tingkat keterisian RS di DKI Jakarta mulai terjadi dalam beberapa pekan belakangan. Apalagi saat ini seluruh wilayah di Ibu Kota, kecuali Kabupaten Kepulauan Seribu, masuk dalam zona merah atau memiliki risiko penularan Covid-19 yang tinggi.

"Kondisi ini memang tidak ideal dan pemerintah sedang mendorong menurunkan angka keterpakaian tempat tidur ini untuk bisa di bawah 60 persen sehingga beban untuk tenaga kesehatan di RS tersebut bisa berkurang," ujar Wiku dalam keterangan pers, Senin (31/8).

Di sisi lain, Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengatakan, saat ini keterisian rumah sakit oleh pasien terpapar Covid-19 rata-rata mencapai 70 persen. Ia memperingatkan pemerintah terhadap beban rumah sakit rujukan untuk merawat pasien Covid-19 pada bulan depan yang semakin serius.

"Kapasitas rumah sakit sekarang mulai penuh, tetapi akan menjadi lebih serius lagi untuk sebulan lagi," ujar Zubairi saat dihubungi Republika, Senin (31/8).

Ia mengatakan, 70 persen itu ada yang benar-benar masih tersedia 30 persen atau bahkan kapasitas rumah sakit juga sudah terisi hingga 90 persen. Hal itu juga terlihat dari beberapa pasien yang mendapat rujukan, tetapi pasien harus menunggu cukup lama hingga mendapatkan tempat tidur di rumah sakit.

Menurut dia, ketersediaan informasi terhadap keterisian rumah sakit masih minimal. Bahkan tak jarang, pasien harus beberapa kali dirujuk ke rumah sakit yang berbeda untuk mencari tempat tidur kosong di unit perawatan intensif (ICU).

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers