web analytics
  

SMKN 9 Bandung Terapkan Modul Darurat untuk Era AKB

Senin, 31 Agustus 2020 20:21 WIB Ananda Muhammad Firdaus
Bandung Raya - Bandung, SMKN 9 Bandung Terapkan Modul Darurat untuk Era AKB, SMKN 9 Bandung,Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),Disdik Jawa Barat,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Peluncuran Modul Kolaborasi Kurikulum Darurat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Aula SMKN 9 Bandung. (Ist)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM -- SMK Negeri 9 Bandung menerapkan Modul Kolaborasi Kurikulum Darurat di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Modul ini diyakini menambah daya inovasi para siswa di sekolah tersebut, Senin (31/8/2020).

Kepala Sekolah SMKN 9 Bandung Anne Sukmawati Kurnia Dewi mengatakan, modul ini berbeda dengan kurikulum seperti biasanya. Kurikulum ini mengintegrasikan mata pelajaran sehingga menghasilkan suatu produk.

Produk yang dihasilkan adalah produk-produk yang bernilai jual. Selain itu, modul diyakini membuat para siswa lebih inovatif dalam berkreasi sesuai dengan kompetensinya masing-masing dan menghasilkan produk ketika mereka belajar di rumah.

"Modul ini bisa sampai sepuluh mata pelajaran yang terintegrasi dan menghasilkan satu produk," kata Anne saat peluncuran Modul Kolaborasi Kurikulum Darurat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Aula SMKN 9 Bandung.

Terkait pengawasannya, Anne menjelaskan, LSM dari Yayasan Infra Digital lewat aplikasi K-Mon dapat memantau aktivitas yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik saat belajar di rumah.

"Bahkan pihak terkait bisa memantau juga melalui aplikasi K-Mon. Jadi semuanya bisa terpantau," jelasnya.

Sementara itu, Kadisdik Jabar Dedi Supandi mengatakan bahwa modul ini sudah bisa diterapkan oleh sekolah-sekolah di Jabar.

"Jadi ini pasti akan dilakukan oleh sekolah yang lain, hanya hari ini menjadi piloting modul pembelajaran yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada kurikulum darurat," ucap Dedi.

"Nah nanti kurikulum darurat yang dari modul ini, akan kami tambahkan juga dengan muatan lokalnya dengan pendidikan karakter," tutupnya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers