web analytics
  

Ada Insiden Saat Jumenengan Sultan Sepuh XV, Wargi Keraton: Bukan Gangguan

Senin, 31 Agustus 2020 13:32 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Ada Insiden Saat Jumenengan Sultan Sepuh XV, Wargi Keraton: Bukan Gangguan, Jumenengan Sultan Sepuh XV,Berita Keraton CIrebon,Berita Cirebon,Insiden saat Jumenengan Sultan Cirebon

Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin saat penobatan Sultan Kasepuhan Cirebon di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jalan Kasepuhan, Kota Cirebon, Minggu (30/8/2020). PRA Luqman Zulkaedin dinobatkan sebagai menjadi Sultan Sepuh XV keraton menggantikan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadingrat yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. (Kavin Faza) (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Kesultanan Kasepuhan Cirebon mengharapkan dukungan semua keraton di Cirebon untuk bersama menjaga adat dan tradisi. Menjauhi perselisihan menjadi kunci masuknya.

Meski sempat terjadi insiden pada Jumenengan (penobatan) Sultan Sepuh XV dan Tahlil 40 hari Sultan Sepuh XIV, Kesultanan Kasepuhan sejauh ini dikabarkan tetap kondusif.

Mereka bahkan menyatakan, seruan penolakan oleh Ratu Mawar, salah satu anggota keluarga Keraton Kanoman, di hadapan Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin dan para tamu seusai prosesi jumenengan pada Minggu (30/8/2020), bukan sebagai gangguan.

"Kami tak menganggapnya (insiden) sebagai gangguan," ujar wargi Keraton Kasepuhan Cirebon, Chaidir, didampingi adik kandung almarhum Sultan Sepuh XIV, Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat.

Meski begitu, pihaknya telah mengetahui adanya kelompok-kelompok wargi yang berbeda pendapat ihwal penobatan PRA Luqman sebagai Sultan Sepuh XV menggantikan sang ayah, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat.

Pihaknya memandang, perbedaan pendapat yang berkembang sebagai hak setiap orang untuk menyampaikan pendapat. Pun begitu bila Sultan Luqman tak diakui sebagai Sultan Sepuh sebagaimana ancaman beberapa pihak sebelumnya, pihaknya menilai sebagai sesuatu yang sah.

"Sah-sah saja, mau mengakui atau tidak. Itu hak sebagai WNI yang dilindungi Undang Undang," ujarnya.

Selama disampaikan dengan cara baik, imbuhnya, pihaknya bisa menerima. Berbeda halnya bila berkembang ke arah perbuatan melanggar hukum, semisal melahirkan ancaman, praktis konsekuensi akan menghadang.

Menurutnya, jumenengan dilaksanakan semata sebagai bentuk menjaga tradisi yang telah berlaku turun temurun. Dia mengingatkan, Kesultanan Kasepuhan bersama kesultanan lain di Cirebon, yakni Kanoman dan Kacirebonan, punya tugas dan kewajiban yang sama untuk menjaga adat tradisi.

"Kami mohon dukungan semua keraton di Cirebon untuk sama-sama menjaga adat dan tradisi," tuturnya.

Pihaknya pula mengimbau para wargi, pinangeran (para pangeran), maupun putra wayah (keturunan), termasuk yang mengaku putra wayah, untuk kembali pada martabat yang dikenal memiliki tata krama baik oleh khalayak luas.

Dia mengingatkan salah satu petatah petitih Sunan Gunung Jati yang berbunyi, "Sang Adohna Ing Pepadu".

"Artinya, jauhilah perselisihan, pertengkaran, apalagi permusuhan," jelasnya.

Perbedaan pendapat, lanjutnya, boleh saja terjadi dan termasuk 'sunatullah' (cara yang diikuti dan yang berlaku dalam hubungan antara Allah SWT dan manusia). Bagi pihaknya, musyawarah untuk mufakat menjadi cara terbaik menyikapi persoalan ini.

Sebelum jumenengan, bebernya, Luqman sendiri sudah bersilaturahmi ke keraton-keraton maupun pondok pesantren. Dia pun disebut banjir dukungan dari sesepuh Cirebon.

Disinggung rencana prioritas Luqman sebagai Sultan Sepuh XV, Chaidir mengungkapkan, sultan termuda itu telah menyiapkan diri untuk mempelajari dan meneruskan program-program peninggalan sang ayah yang masih berjalan.

"Sultan juga akan berkonsolidasi dan mempelajari manajerial yang berlaku di Kesultanan Kasepuhan," tandasnya.

Sementara, adik kandung almarhum Sultan Sepuh XIV, Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat menyampaikan, kondisi baik Sultan Luqman di tengah penolakan penobatan dirinya, termasuk pasca insiden oleh Ratu Mawar. Dia meyakinkan, seluruh persoalan diupayakan dengan jalan baik dan damai.

"Tak sampai memengaruhi (Sultan Luqman). Alhamdulillah, selama ini pun kami selalu koordinasi supaya semua berjalan baik dan damai, tidak ada ancaman balik atau apapun," tegasnya.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers