web analytics
  

Kafe Kematian, Perenungan dan Gambaran Alam Kubur bagi yang Stres

Senin, 31 Agustus 2020 13:11 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Unik, Kafe Kematian, Perenungan dan Gambaran Alam Kubur bagi yang Stres, kafe kematian,gambaran kematian,peti mati,burnout,positif,Korea Selatan

Keadaan di dalam kafe kematian di Korea Selatan. (Reuters/HBO Max)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Apa yang Anda bayangkan saat mendengar kata ‘kafe’? Tentu yang muncul di benak adalah tempat yang nyaman untuk menikmati secangkir kopi dan bercengkrama bersama teman. Namun kafe yang satu ini berbeda, kafe ini justru menyuguhkan suasana permakaman.

Benar, kafe yang berada di Korea Selatan ini membuat para pengunjungnya merasakan suasana permakaman mereka sendiri. Jika mengunjungi kafe ini, Anda akan ditawari pengalaman seperti mengenakan pakaian permakaman tradisional dan merasakan berbaring di peti mati tertutup.

Dilansir dari Insider, kafe ini dibuat di Korea Selatan yang merupakan negara dengan gaya hidup workaholic dan jam kerja 52 jam seminggu. Angka bunuh diri di Korea Selatan juga termasuk tinggi di antara negara-negara maju lainnya. Oleh karena itu, kafe ini bisa menjadi tempat untuk merenungkan kembali kehidupan sebelum benar-benar terlambat.

Saat sampai di kafe ini, pengunjung akan diajak mengambil foto untuk pamflet permakaman. Pengunjung lalu diminta menuliskan kata-kata terakhir yang akan diukir di batu nisan mereka.

Setelahnya, pengunjung akan dibawa ke sebuah ruangan dan diberi kesempatan untuk melepaskan tawa terbaik mereka untuk terakhir kalinya. Momen itu akan diputus oleh kedatangan seorang pria berjubah hitam. Pria berjubah hitam ini kemudian membawa mereka ke ruangan berisi deretan peti kayu identik.

Para pengunjung dibiarkan duduk di hadapan lilin dan foto permakaman mereka dan mempertimbangkan kembali apa yang akan mereka lakukan apabila hidup mereka tinggal 6 bulan lagi. “Apakah kalian yakin tidak punya penyesalan dalam hidup? Dan kami juga ingin bertanya pada diri kami sendiri? Mengapa kami hidup dengan sangat keras?” kata pemimpin permakaman.

Tidak selesai sampai di sana, pengunjung kemudian dibiarkan masuk ke dalam peti mati. Peti mati itu ditutup selama 15 menit. Saat keluar, mereka akan ditugaskan membuat surat terakhir atau wasiat kepada orang-orang yang dikasihi dan membacakannya di hadapan pengunjung lain yang ada di sana.

Ravi Patel, aktor yang mengunjungi kafe ini, mengatakan, “Saat Anda menulis eulogy (puji-pujian untuk orang yang sudah meninggal) Anda sendiri, itu akan mengkristalisasi hal-hal terpenting dalam hidup. Anda menyadari itu bukan tentang apapun selain orang yang Anda cintai dan bagaimana Anda mementingkan kehidupan mereka.”

Keberadaan kafe kematian di Korea ini menjadi gambaran salah satu upaya untuk mengatasi stres di tempat kerja. WHO telah menambahkan burnout (kelelahan) ke dalam Klasifikasi Penyakit Internasional pada tahun 2019. Sindrom ini ditandai dengan perasaan kelelahan, sikap negatif terhadap pekerjaan, dan penurunan produktivitas di tempat kerja. 

Bahkan sebelum terjadi burnout, ketidakseimbangan dalam hidup dan pekerjaan telah memengaruhi kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda mulai kembali mempertimbangkan prioritas hidup, terutama pada masa pandemi ini. (Putri Shaina)

Sumber: Insider
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers