web analytics
  

5 Kebiasaan yang Merusak Kesuburan Lelaki

Senin, 31 Agustus 2020 06:47 WIB
Gaya Hidup - Sehat, 5 Kebiasaan yang Merusak Kesuburan Lelaki, Celana Dalam,kesuburan lelaki,Keramas,Kopi,dampak kopi,dampak kafein,mencuci tangan

[Ilustrasi] Sejumlah kebiasan lelaki dianggap dapat membahayakan, memperburuk kondisi, menyebabkan cedera, bahkan merusak kesuburan. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Sejumlah kebiasan lelaki dianggap dapat membahayakan, memperburuk kondisi, menyebabkan cedera, bahkan merusak kesuburan.

Dilansir dari Medical Daily, berikut beberapa kebiasaan yang mungkin perlu kaum Adam hentikan sekarang juga.

1. Mengenakan celana dalam yang salah

Pakaian dalam adalah lapisan yang melindungi area selangkangan.

Beberapa lelaki malah mengenakan pakaian dalam yang terbuat dari bahan yang berpotensi menyebabkan iritasi.

Dalam beberapa kasus, celana dalam yang ketat bahkan dapat menurunkan kesuburan. Beralihlah ke celana dalam longgar demi menjaga kesuburanmu.

2. Keramas terlalu sering

Ahli menyarankan keramas tidak lebih dari tiga kali dalam seminggu.

Hal itu penting untuk memastikan rambut tidak kotor tetapi tetap memiliki minyak esensial bagi tubuh.

3. Terlalu banyak kafein

Terlalu banyak kafein? Coba kurangi sedikit konsumsi kopi karena kafein dapat memengaruhi kesuburan.

Menurut ahli, empat cangkir kopi sehari sudah cukup.

4. Terlalu banyak protein

Sudah saatnya kamu mengurangi konsumsi protein. Bagaimanapun, terlalu banyak protein dapat menyebabkan penambahan berat badan, dehidrasi, dan kehilangan kalsium.

5. Tidak mencuci tangan sebelum makan

Harus jelas, cuci tangan sebelum makan, setelah pergi ke toilet, pergi ke luar, atau bahkan apa saja adalah hal yang penting. Ini praktik kebersihan yang baik. Jadi, jelas ya apa saja lima kebiasaan yang harus Anda hindari demi menjaga kesuburan lelaki.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers