web analytics
  

Turunkan Kolesterol dengan Makan Kacang-kacangan!

Senin, 31 Agustus 2020 05:10 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Turunkan Kolesterol dengan Makan Kacang-kacangan!, kolesterol tinggi,stroke,kacang polong,Penyakit Jantung

Kacang polong, salah satu makanan yang bisa menurunkan kadar kolesterol. (Pixabay/evanath)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kolesterol tinggi bisa membuat seseorang berisiko tinggi stroke. Namun, mengonsumsi legum dianggap bisa mengurangi risiko kolesterol tinggi. Legum sendiri dikenal sebagai kacang-kacangan.

Dilansir dari Express, legum merupakan kelompok makanan nabati yang meliputi kacang, kacang polong, dan lentil. Kacang-kacangan sendiri diketahui mengandung sebagian besar serat, mineral dan protein. Mengganti beberapa biji-bijian olahan dan daging olahan dengan kacang-kacangan dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

"Legum, terutama kacang sangat kaya akan serat larut. Itu juga butuh waktu untuk tubuh mencerna yang artinya Anda merasa kenyang lebih lama setelah makan," catat Harvard Health.

Legum menurunkan kolesterol darah seseorang dalam beberapa cara.

Legum mengandung serat yang larut dan tidak larut yang membantu menurunkan penyerapan kolesterol dalam usus. Hal ini bisa mempromosikan pertumbuhan bakteri menguntungkan yang sehat di usus besar.

Legum juga membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dalam tubuh yang membantu dalam menurunkan kadar kolesterol.

Legum yang bisa Anda konsumsi bisa sangat beragam, mulai dari kacang merah, kacang navy, lentil, garbanzo, kacang polong hitam, dan lain sebagainya.

"Makan makanan yang sehat dan melakukan olahraga teratur dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah Anda," kata National Health Service (NHS).

“Mengadopsi kebiasaan sehat, seperti makan sehat, diet seimbang dan tetap aktif, juga dapat membantu mencegah kadar kolesterol Anda," kata mereka.

NHS menambahkan, penting untuk menjaga kadar kolesterol karena kadar kolesterol tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

"Jika Anda khawatir tentang kolesterol, maka bicarakan dengan dokter," catat NHS.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers