web analytics
  

Pandemi Masih Buat Wisatawan Takut Menginap di Hotel

Minggu, 30 Agustus 2020 21:52 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Bandung, Pandemi Masih Buat Wisatawan Takut Menginap di Hotel, Berita Bandung Barat,Berita Lembang,Wisata Lembang,PHRI,Okupansi Hotel

Ilustrasi hotel. (Unsplash/Marten Bjork)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Okupansi kamar hotel di Kawasan Wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih rendah di kisaran 20-30% meski kini mulai memasuki masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pandemi Covid-19.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) KBB mencatat okupansi hotel per Agustus 2020 masih berada di angka 20-30%. Kondisi ini membuat pengusaha hotel belum mempekerjakan kembali karyawan yang dirumahkan.

"Untuk pegawai hotel masih ada yang dirumahkan sampai 60%. Hotel di KBB belum seramai lokasi wisata. Okupansi di weekend baru 20-30%," ujar Bendahara PHRI KBB Iwan Semiawan, Minggu (30/8/2020).

Iwan menilai, rendahnya tingkat keterisian kamar hotel disebabkan masih banyak masyarakat belum sepenuhnya percaya diri menginap di kamar hotel. Kebanyakan wisatawan lebih memilih berlibur pulang-pergi ke objek wisata, tanpa harus menginap.

"Memang suasana orang masih ketakutan dengan pandemi. Mereka lebih cenderung ke tempat wisata terbuka atau resort seperti Grafika, kita lihat di long weekend itu sampai 100%," jelasnya.

Penyebab lain, kata Iwan, adalah hilangnya tamu-tamu rombongan yang biasa memakai hotel untuk kegiatan pernikahan atau pertemuan. Pengusaha hotel saat ini masih mengandalkan kunjungan dari individu.

"Hari Sabtu atau Minggu orang Jakarta kalau ke lokasi wisata gak rombongan paling satu keluarga. Di Lembang mereka juga cuma main, makan, dan langsung pulang. Gak menginap seperti kondisi sebelum pandemik," ucapnya.

Di tengah lesunya okupansi hotel, PHRI menjamin bahwa pekerja yang dirumahkan bakal dipanggil kembali tatkala telah normal. Saat ini beberapa hotel juga menerapkan sistem kerja bergilir.

"Jadi kita komitmen, ketika normal kita panggil kembali. Beberapa hotel telah melakukan sistem  digilir untuk pekerja.  Seminggu libur, seminggu kerja," pungkasnya

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers