web analytics
  

Alquran Dirusak, Norwegia dan Swedia Diguncang Kerusuhan

Minggu, 30 Agustus 2020 14:43 WIB
Umum - Internasional, Alquran Dirusak, Norwegia dan Swedia Diguncang Kerusuhan, alquran,internasional,Swedia,norwegia

[Ilustrasi] Riwayat mahar hafalan Alquran dalam Islam. (Pixabay/Tayeb MEZAHDIA)

OSLO, AYOBANDUNG.COM -- Seorang pengunjuk rasa anti-Islam di Ibu kota Norwegia, Oslo menjadi biang kerusuhan lantaran aksinya merobek-robek Alquran. Kepolisian sampai menembakkan gas air mata untuk memisahkan dua kelompok yang bentrok.

Sedikitnya ada 30 orang yang ditangkap polisi Norwegia. Akibat bentrokan itu, unjuk rasa anti-Islam di Oslo pada Sabtu (29/8) membuat acara itu diakhiri lebih awal dari jadwalnya. Seperti dilansir Deutsche Welle (DW) pada Ahad (30/8), unjuk rasa anti-Islam itu diorganisir kelompok Stop Islamisasi Norwegia (SIAN). Unjuk rasa berlangsung di dekat gedung parlemen Norwegia.

Sementara itu, dilaporkan kantor berita DPA ratusan pengunjuk rasa lainnya juga berkumpul dengan meneriakan tidak ada rasis di jalanan kami. Situasi ini pun memuncak ketika seorang wanita yang merupakan anggota SIAN merobek halaman Alquran dan meludahinya. Wanita itu sebelumnya pernah didakwa kemudian dibebaskan atas ujaran kebencian. Dalam unjuk rasa itu, wanita tersebut mengatakan pada para pengunjuk rasa "lihat sekarang saya akan menodai Alquran."

Bentrokan pun tak dapat terhindarkan antara pengunjuk rasa anti-Islam yang dimotori SIAN dengan kelompok yang kontra. Kelompok yang kontra melemparkan telur kepada anggota SIAN dan mencoba melompati barikade polisi. Beberapa pengunjuk rasa bahwa menendang van polisi ran menaiki kap kendaraan polisi.

Sementara itu, aparat menembakan semprotan merica dan gas air mata untuk memisahkan kelompok-kelompok yang bentrok. Pada akhirnya SIAM mengakhiri unjuk rasa lebih awal dari yang direncanakan. Menurut media Norwegia NRK, aparat kepolisian menangkap 29 orang di mana beberapa di antaranya adalah anak di bawah umur.

Insiden serupa juga terjadi di kota Malmo, Swedia pada Jumat (28/8) di mana pengunjuk rasa bentrok dengan aparat pascakelompok ekstremis sayap kanan membakar Alquran.

Tiga orang ditangkap karena dianggap menghasut kebencian terhadap kelompok etnik setelah menendang kitab suci umat Muslim. Lembaga PBB yang melawan ekstremisme, United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC), mengecam pembakaran alquran tersebut.

"UNAOC mengecam dengan keras pembakaran alquran yang dilakukan ekstremis sayap kanan sebagai tindakan tercela dan sama sekali tidak bisa diterima," kata juru bicara UNAOC Nihal Saad, Sabtu (30/8).

Saad mengatakan Komisioner Tinggi UNAOC Miguel Ángel Moratinos meminta tokoh-tokoh agama untuk mengecam kebencian berdasarkan kepercayaan dan agama. Ia menambahkan 'tindakan tercela itu dilakukan oleh pelaku kejahatan atas kebencian'.

"Dan kelompok radikal lain yang melakukan kekerasan dan mengoyak struktur masyarakat kami," tambahnya.

Ia mengatakan tindakan tersebut sebagai penghinaan terhadap nilai-nilai PBB. Saad menegaskan UNAOC akan bekerja untuk memperkuat dialog antar budaya dan agama.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Sumber: Republika
Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers