web analytics
  

Tempat Tidur Isolasi Darurat Pasien Covid-19 di Jabar Terisi 13%

Sabtu, 29 Agustus 2020 13:33 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Tempat Tidur Isolasi Darurat Pasien Covid-19 di Jabar Terisi 13%, IGD,ICU,Jawa Barat,Virus Corona

Pasien Covid-19. (Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Jawa Barat telah menyediakan sebanyak 1.4233 tempat tidur isolasi darurat untuk pasien Covid-19 di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19 di seluruh kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,07% nya telah terisi.

Kepala Dinas Kesehatan Jabar Berli Hamdani mengatakan, 13,07% setara dengan 186 tempat tidur. Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi hingga 27 Agustus 2020.

Adapun jenis tempat tidur isolasi darurat bagi pasien Covid-19 terbagi ke dalam beberapa kategori. Yakni kategori hijau, kuning, merah, IGD dan ICU.

"Warna tersebut menggambarkan indikator tingkat kegawatdaruratan pasien yang dirawatnya. Merah berarti yang paling gawat, harus dirawat dengan ventilator dan tekanan negatif," ungkap Berli ketika dihubungi Ayobandung.com, Jumat (28/8/2020).

Ia memaparkan, tingkat keterisian atau okupansi dari masing-masing kategori warna tersebut berbeda-beda. Hingga 27 Agustus, sebanyak 28% dari total tempat tidur kategori hijau telah terisi.

Sementara untuk kategori kuning, sebanyak 48,13% dari total kapasitasnya telah terisi. Untuk kategori merah, sebanyak 44,74% tempat tidur telah terisi.

Okupansi tempat tidur di IGD mencapai 5,38%, dan ruang ICU mencapai 30,38%. Persentase tersebut menggambarkan tingkat keterisian tempat tidur berdasarkan data yang diperoleh dari rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar.

"Tren-ya untuk (okupansi) yang merah agak menaik," ungkap Berli.

Angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jabar juga terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data Pikobar hingga hari ini, Sabtu (29/8/2020) pukul 12.00, total terdapat 10.528 kasus positif di Jabar. Sebanyak 4.199 di antaranya adalah kasus positif aktif, dimana sang pasien masih menjalani isolasi mandiri ataupun perawatan di rumah sakit.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers