web analytics
  

Ratusan Hektare Sawah di Jabar Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan

Sabtu, 29 Agustus 2020 07:07 WIB
Umum - Regional, Ratusan Hektare Sawah di Jabar Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan, Musim Kemarau,Kemarau di Lembang,persawahan Karawang,jabar

Ilustrasi Kemarau. (Kavin Faza)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencatat bencana kekeringan mulai terjadi di sejumlah wilayahnya. Beberapa wilayah yang mulai kekeringan adalah Bogor, Indramayu, dan Cirebon. 

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jabar Deni Ramdan mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, di beberapa daerah sudah ada desa atau kecamatan yang kekeringan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar juga telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan per 2 Agustus lalu. 

"Dengan adanya status itu, kita artinya sudah menyiapkan alokasi anggaran. Ketika ada lokasi yang mulai terdampak, kita bisa segera bergerak," kata dia di Kota Tasikmalaya, Jumat (28/8).

Deni mengatakan, berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Provinsi Jabar, sudah ada lima desa di Bogor yang mengalami kekeringan. Tak hanya itu, beberapa desa di Cirebon dan Indramayu juga telah terdampak kekeringan. 

Mengenai kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ia menyebut sudah ada laporan kasus terjadi di Gunung Ciremai. Namun, karhutla yang terjadi masih dalam skala kecil dan dapat cepat ditangani petugas setempat.

Menurut Deni, di wilayah yang sudah terdampak kekeringan itu sudah disiagakan tangki air untuk melakukan pendistribusian. Sementara itu, untuk wilayah yang berpotensi karhutla, BPBD sudah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait dan melakukan geladi. 

"Untuk kekeringan itu biasanya di wilayah pantura, seperti Indramayu, Karawang, Cirebon. Kalau selatan, ada sedikit di Bogor dan Tasik, tapi intensitasnya tidak seluas di utara," kata dia. 

Menurut Dani, penanganan bencana kekeringan sebenarnya harus dilakukan secara mendasar, yaitu dengan melakukan perbaikan lingkungan. Namun, BPBD juga berupaya dengan membuat lumbung atau tangki penampung air. Selain itu, pihaknya juga melakukan pipanisasi. 

"Kita bekerja sama dengan dinas terkait, kalau desa itu masih ada sumber air tapi jaraknya jauh, kita buatkan pipa untuk menyalurkan. Itu sudah dilakukan di Indramayu dan Cirebon pada tahun sebelumnya. Harapannya, kekeringan tahun ini tak terlalu parah," kata dia.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers