web analytics
  

Pandemi Covid-19 Bikin Petani Bunga Banting Setir

Jumat, 28 Agustus 2020 22:31 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Pandemi Covid-19 Bikin Petani Bunga Banting Setir, Pandemi Covid-19,Petani Bunga

Petani Bunga. (Irfan Al-Faritsi)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Pembatasan aktivitas selama pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) seperti penutupan hotel dan larangan pesta pernikahan menurunkan penjualan bunga potong. Petani bunga terpaksa beralih pola tanam dengan berladang sayuran agar dapur tetap ngebul.

Kepala Bidang Holtikuktura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat M.Pakih mengatakan, sebagian besar petani bunga potong di Kecamatan Parongpong, Lembang dan Cisarua banting stir menanam sayuran. 

"Selama pandemi Covid-19 permintaan bunga potong anjlok, turun drastis. Tutupnya hotel dan  objek wisata, serta  tidak adanya pesta pernikahan sangat berpengaruh pada permintaan bunga potong. Petani bunga potong kemudian memanfaatkan lahan untuk ditanami sayuran," kata dia kepada Ayobandung.com, Jumat (28/8/2020).

Seiring mulai dibukanya kembali aktivitas wisata seperti pembukaan objek wisata dan hotel serta diizinkannya kembali menggelar pesta pernikahan kini petani mulai lagi menanam bunga potong.

"Bandung Barat yang selama ini dikenal sebagai  penghasil bunga krisan terbesar, pada pandemi Covid-19 posisinya tersalip oleh Cipanas, Kabupaten Cianjur. Petani bunga potong di sana, tetap bertahan menanam krisan sehingga hasil panennya stabil," terangnya.

Peralihan pola tanam petani bunga berdampak pula pada melimpahnya panen sayuran dari Kabupaten Bandung Barat. Banyaknya hasil panen tidak berimbang dengan permintaan pasar.

"Hal ini kemudian menjadikan harga jual sayuran anjlok, bahkan banyak petani yang enggan memanen karena ongkos angkut lebih mahal dari nilai jual sayurnya," tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers