web analytics
  

Meski Dipotong Gaji, Iklim Ruang Ganti Persib Tetap Kondusif

Jumat, 28 Agustus 2020 19:03 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Meski Dipotong Gaji, Iklim Ruang Ganti Persib Tetap Kondusif, Pemain Persib Potong Gaji,Pelatih Persib Bandung Robert Alberts

Sesi Latihan Persib. (dok. Humas Setda Kota Bandung)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Pelatih Persib Bandung Robert Alberts memiliki cara tersendiri untuk menyakinkan anak asuhnya agar mau bertahan bersama tim di tengah pro-kontra pemotongan gaji akibat pandemi Covid-19. Untuk diketahui, Persib menjadi salah satu klub yang mampu mempertahankan para pemainnya meskipun gaji mereka tak dibayarkan secara penuh.

Padahal tidak sedikit pemain dari sejumlah klub tidak menemukan kesepakatan terkait aturan tersebut. Para pemain yang didominasi legiun asing itu memilih hengkang dari timnya lantaran menilai pemangkasan gaji 50% sangat memberatkan dalam kondisi saat ini.

"Saya rasa kami mempunyai komitmen di Persib Bandung. Mereka mempunyai hasrat untuk menang, hasrat untuk membuat klub bangga karena manajemen yang bagus," kata Robert usai memimpin sesi latihan di Stadion GBLA, Jumat (28/8/2020).

Pelatih asal Belanda itu juga menuturkan, alasan para pemainnya memilih bertahan karena memiliki hasrat untuk bisa membuat bobotoh bangga dan senang.

"Mereka juga punya hasrat untuk bermain sebagai pemain, dan mungkin bagi suporter yang selalu berada di belakang tim," kata Robert.

Robert juga memastikan, ruang ganti tim dalam keadaan kondusif meski pandemi membuat situasi serbasulit. Robert optimistis, iklim positif yang terjaga di timnya bisa menjadi kunci kesuksesan Persib dalam kompetisi.

"Dan jika melihat komposisi tim, yang di sepak bola disebut 'ruang ganti', atmosfernya sangat bagus di Persib. Itu berarti banyak bagi pemain dan mereka ingin bermain bersama bekerja mengejar pencapaian yang sama. Meskipun gaji mereka harus dipotong," katanya.

Selain itu, Robert juga memahami, kesulitan tersebut tidak hanya dirasakan skuat Pangeran Biru. Namun dalam situasi ini, dia menilai, semua tim harus mencoba bangkit dan menjaga tim tetap kondusif meski Covid-19 begitu memukul industri sepak bola Tanah Air.

"Kami juga paham karena kebijakan ini bukan hanya berlaku bagi kami tapi semuanya. Jadi kami harus menunjukkan rasa hormat untuk klub dan berharap di masa yang akan datang covid menghilang dan ekonomi kembali bangkit. Saya yakin manajemen akan memberikan hadiah dari sikap yang kami tunjukan ini," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers