web analytics
  

Napoleon Bantah Terima Suap Kasus Djoko Tjandra, Ini Tindakan Polri

Jumat, 28 Agustus 2020 14:45 WIB
Umum - Nasional, Napoleon Bantah Terima Suap Kasus Djoko Tjandra, Ini Tindakan Polri, Irjen Napoleon Bonaparte,Djoko Tjandra,Suap Djoko Tjandra

Eks Kadiv Hubinter Irjen Napoleon Bonaparte selesai menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindakan Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri, Selasa (25/8/2020). (Suara.com/Ria Rizki)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono tidak mau berkomentar banyak soal pengakuan tersangka Irjen Napoleon Bonaparte yang membantah menerima suap terkait penghapusan red noticeDjoko Tjandra.

Dia hanya menegaskan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri melakukan penyidikan berdasarkan scientific crime investigation.

"Perlu kami ingatkan kepada rekan-rekan semuanya bahwa penyidik tidak mengejar pengakuan, penyidik bekerja sesuai dengan scientific crime investigation. Jadi kita tidak mencari atau mengejar pengakuan," kata Awi di Mabes Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2020).

Menurut Awi, keputusan penyidik menetapkan seseorang sebagai tersangka sudah pasti berdasar barang bukti yang cukup. Meski begitu, Awi enggan mengungkapkan saat ditanya ihwal nominal uang yang diduga diterima Napoleon dalam kasus tersebut.

"Penyidik untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka itu minimal harus memiliki dua alat bukti yang cukup dan itu keyakinan penyidik," katanya.

Menyangkal

Eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte sebelumnya mengaku tidak mengenal tersangka Tommy Sumardi. Dia juga membantah telah menerima suap terkait penghapusan red noticeDjoko Tjandra.

Hal itu disampaikan Napoleon saat ditanya oleh awak media. Dia mengaku baru mengenal Tommy Sumardi setelah namanya terseret dalam sengkarut kasus Djoko Tjandra.

"Tidak, sebelumnya tidak," kata Napoleon di Bareskrim Polri, Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020).

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers