web analytics
  

Tip bagi Guru Selama Belajar Daring

Jumat, 28 Agustus 2020 12:28 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Pendidikan, Tip bagi Guru Selama Belajar Daring, tips belajar online,guru,pembelajaran jarak jauh (PJJ),Pandemi Covid-19

[Ilustrasi] Guru mengajar. (Unsplash/@nci)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Penerapan sistem pembelajaran daring menuntut guru menyesuaikan diri dengan cepat agar bisa tetap menjalankan kewajiban mengajar dengan baik.

Namun nyatanya, beradaptasi dengan keadaan baru tidak semudah itu. Berbagai kendala ditemui oleh guru selama melakukan pembelajaran jarak jauh lewat daring. Beberapa orang tua mengeluhkan beban akademis justru yang diletakkan pada orang tua. Ada juga keluhan dari siswa yang merasa tugas yang diberikan terlalu banyak.

Lalu apa yang harus dilakukan para guru untuk memperbaiki keadaan tersebut? Berikut beberapa tip yang bisa diterapkan guru selama melakukan pembelajaran daring.

Pertama, batasi waktu melakukan pembelajaran melalui video meeting yang berhadapan dengan layar terus menerus. Terlalu banyak menerapkan metode ini akan melelahkan bagi anak-anak. Anak-anak yang lelah pada akhirnya akan bersikap mudah marah tau jengkel di rumah. Tentunya orang tua yang akan kerepotan menangani kondisi ini.

Oleh karena itu, disarankan mengadakan pembelajaran video meeting dalam waktu yang terbatas dan fleksibel. Jika intensitasnya tidak bisa diturunkan, berikan pilihan anak untuk mematikan kamera.

Kedua, berikan waktu untuk murid menyelesaikan tugas-tugasnya. Guru bisa memberikan waktu yang cukup dan fleksibel terutama untuk tugas-tugas yang butuh dampingan orang tua. Mengingat banyak murid yang orang tuanya bekerja, sehingga tidak bisa menyelesaikan tugas dengan cepat.

Bila guru memberikan waktu yang cukup, murid juga akan lebih termotivasi mengerjakan tugasnya.

Ketiga, jelaskan ekspektasi pembelajaran pada orang tua. Menjalin komunikasi dengan orang tua akan membantu pekerjaan guru. Orang tua bisa membantu merencanakan dan memantau progres belajar anak-anaknya dari rumah.

Misalnya, orang tua dengan anak sudah cukup besar membutuhkan komunikasi tentang dimana anak mereka seharusnya berada. Untuk orang tua dengan anak-anak kecil, butuh menjabarkan kemajuan anaknya setiap bulan. Ini dilakukan agar anaknya tidak tertinggal dari anak-anak seusianya. (Putri Shaina)

Sumber: National Geographic
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers