web analytics
  

Kerjasama Ekonomi Bandung Barat dan Korea Selatan Tertunda Pandemi

Kamis, 27 Agustus 2020 20:26 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Kerjasama Ekonomi Bandung Barat dan Korea Selatan Tertunda Pandemi, Kerjasama Ekonomi,Kabupaten Bandung Barat,Korea Selatan,Indonesia Korea Network (IKN)

Korea Selatan. (Atorus)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Realisasi kerjasama sektor ekonomi antara Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Indonesia Korea Network (IKN) tertunda akibat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Padahal, nota kesepahaman sudah diteken Bupati Aa Umbara Sutisna dan Ketua IKN, Shin Dong Keun pada 11 Februari 2020 lalu.

Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembanguan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Maman Sulaiman mengatakan, kerjasama pemerintah KBB dan IKN sudah terjalin sejak Januari 2020. Kerjasama bidang pertanian, peternakan dan tenaga kerja itu akan memberi dampak positif pada masyarakat KBB.

"Dari sisi tenaga kerja Korea akan menyerap 100.000 orang tenaga kerja, kemudian pembukaan industri modern pertanian dan peternakan,"ungkap Maman saat ditemui Ayobandung.com, Kamis (27/8/2020). 

Proyek kerja sama yang akan dibangun antara Pemkab Bandung Barat dengan enam kabupaten/kota di Korea Selatan meliputi bidang pertanian, peternakan, dan pengiriman tenaga kerja. 

"Untuk tenaga kerja saja, pihak Korea Selatan membutuhkan tak kurang dari seratus ribu orang. Tentunya ini peluang bagus buat warga Bandung Barat saat kesempatan kerja di dalam negeri terbatas,"  kata dia.

Tindaklanjut dari MoU, sejumlah pejabat Kabupaten Bandung Barat diundang ke Korea Selatan akhir tahun lalu. Mengunjungi berbagai lokasi peternakan, perikanan dan pertanian yang ada di negara ginseng tersebut.

"Kami mengunjungi enam kota/kabupaten yang ada di negara tersebut dengan biaya akomodasi ditanggung penuh pihak IKN. Luar biasa, bidang pertanian dan peternakannya, semua serba modern dan berpotensi dikembangkan di Bandung Barat yang memiliki wilayah sangat luas," ujarnya.

Namun, wabah Covid-19 telah menunda rencana besar tersebut. Meski pelaksanaannya tertunda,  namun Maman optimistis program yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat ini dapat terealisasi.

"Masa berlaku MoU ini sampai tahun 2022 namun dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak. Intinya, masih terbuka peluang untuk merealisasikan program ini," tandasnya. 

Maman menambahkan, peternakan dan pertanian yang ada di Korea Selatan bisa diterapkan di Bandung Barat. Rencananya akan dikembangkan di selatan Kabupaten Bandung Barat

"Di Korea, pertanian dan  peternakannya  serba modern dan menjadi daya tarik juga bagi wisatawan. Tentunya ini menjadi potensi tambahan bagi Bandung Barat,  lokasi tersebut sekaligus pula menjadi daya tarik pariwisata. Harapannya dapat mengangkat derajat ekonomi masyarakat, terutama yang tinggal di selatan," tuturnya. 

Wilayah selatan sudah ditetapkan sejak lama oleh Pemkab Bandung Barat untuk pengembangan sektor peternakan,  terutama sapi perah. Lahannya yang masih sangat luas dan cocok ditanami rumput gajah sebagai pakan ternak sapi perah.

Selain itu, pemerintahan di bawah Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan Wakil Bupati Hengki Kurniawan ini juga tengah mengembangkan potensi pariwisata alamnya. Salah satunya Curug Malela yang berada  di Kecamatan Rongga.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers