web analytics
  

Hati-hati dengan Hand sanitizer yang Mengandung Metanol

Kamis, 27 Agustus 2020 13:51 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Hati-hati dengan Hand sanitizer yang Mengandung Metanol , Hand sanitizer,metanol,Kesehatan,COVID-19

Ilustrasi hand sanitizer yang mengandung metanol. (scienclearlet)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Jangan sembarangan menggunakan hand sanitizer saat pandemi corona, terutama yang mengandung metanol.

Banyak cairan pembersih tangan atau hand sanitizer yang mengandung metanol tingkat berbahaya, sebuah zat beracun yang dapat menyebabkan mual, kerusakan saraf, dan kebutaan saat diserap melalui kulit hingga kematian jika tertelan.

Ini menimbulkan pertanyaan bagaimana produk hand sanitizer yang tercemar dengan metanol. Kemungkinan besar, itu berasal dari proses pembuatan yang ceroboh. Produsen mungkin tidak menghilangkan metanol yang secara alami muncul, selama distilasi alkohol dengan benar atau mungkin produsen melanggar pedoman.

Sayangnya, meskipun para ahli dapat mengetahui perbedaan antara metanol dan etanol. Sebagian besar pengguna tidak dapat mendeteksi perbedaannya, metanol sendiri tidak akan dicantumkan pada bahan-bahan pembuatan yang ada di botol kemasan.

Metanol bisa mematikan bahkan pada dosis yang cukup rendah. Menelan sedikitnya dua sendok makan metanol bisa mematikan bagi anak-anak dan 2 hingga 8 ons bisa mematikan bagi orang dewasa.

Bahkan jika hanya dioleskan pada kulit, metanol dapat diserap dan menyebabkan penyakit parah dan kerusakan saraf. Produksi alkohol dimulai dengan fermentasi gula untuk menghasilkan metanol dan etanol, jenis alkohol yang dianggap cukup aman untuk diminum dan salah satu bahan dasar terbaik untuk pembersih tangan.

Setelah fermentasi, produsen merebus alkohol dan mengumpulkan uapnya, membiarkannya mengembun menjadi "distilat" yang pekat.

Namun metanol mendidih pada suhu yang lebih rendah, daripada etanol dan oleh karenanya menguap lebih dulu dalam proses distilasi ini.

Ketika etanol mulai mendidih pada 78,37 derajat Celsius, produsen harus menghentikan aliran alkohol dan menukar wadah pengumpulan. Ini memastikan bahwa produk akhir terutama mengandung etanol dan kelebihan metanol dibuang.

Setelah metanol dihilangkan, sisa hasil sulingan sebagian besar adalah etanol, bahan utama minuman keras, bersama dengan senyawa lain yang memberi rasa.

Sejumlah kecil metanol berakhir di minuman terakhir, tetapi dosisnya harus dijaga di bawah ambang tertentu agar tidak menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan, menurut laporan 2001 di jurnal Human and Experimental Toxicology.

Sementara produsen alkohol komersial menjalani pemeriksaan keamanan yang ketat untuk membuktikan proses pembuatannya dengan benar, pembuat minuman beralkohol yang tidak diatur tidak melakukannya.

"Bagi kami, kami benar-benar tahu bagaimana memastikan bahwa tidak ada risiko metanol atau toksisitas lainnya," kata Mike Blaum, pemilik dan kepala penyuling Blaum Bros. Distilling Co. di Galena, Illinois, seperti dikutip Live Science, Kamis (27/8/2020).

Menurut Blaum, itu dapat dicium dan dirasakan perbedaannya ketiika rasio metanol ke etanol menjadi terlalu tinggi. Selain isyarat sensorik ini, penyuling memantau kepadatan distilat dan suhu berbagai komponen di dalam peralatan yang dilalui alkohol.

Produsen juga harus secara berkala mengirim sampel distilat ke laboratorium yang dilengkapi dengan kromatografi gas, teknik yang digunakan untuk menganalisis rasio bahan kimia. Produsen pun memastikan tong fermentasi tidak terinfeksi bakteri yang mengasilkan metanol ekstra.

Kontrol kualitas yang sama harus diterapkan saat memproduksi alkohol untuk hand sanitizer. Produsen atau tempat penyulingan diarahkan untuk mengikuti formula pembersih tangan yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan FDA.

Formula ini membutuhkan campuran 96 persen etanol alkohol berdasarkan volume (ABV), hidrogen peroksida diencerkan hingga 3 persen dari konsentrasi maksimumnya, dan gliserol diencerkan hingga 98 persen.

Menurut Dr William Banner, Direktur Medis Pusat Informasi Racun dan Obat Oklahoma, metanol tidak lebih beracun dari etanol setidaknya saat pertama kali tertelan.

Masalah muncul di hati, tempat enzim yang disebut alkohol dehidrogenase memetabolisme kedua alkohol. Tidak seperti etanol, metanol diubah menjadi formaldehida saat terurai. Formaldehida kemudian diteruskan ke enzim kedua yang mengubah senyawa menjadi asam format.

Akumulasi asam format menurunkan pH darah, membuatnya menjadi sangat asam dan menganggu proses metabolisme yang dibutuhkan sel untuk menghasilkan energi.

Kombinasi berbahaya dari keasaman dan gangguan metabolisme menghantam sel-sel saraf paling keras, dan khususnya sel-sel retina dan saraf optik yang mulai membengkak dan dapat rusak secara permanen akibat paparan asam format.

Namun karena tubuh membutuhkan waktu untuk memetabolisme metanol, dibutuhkan waktu sekitar empat hingga enam jam hingga gejala muncul.

Orang yang mengalami kehilangan penglihatan setelah terpapar metanol menggambarkan penglihatannya menjadi buram. Jika orang-orang tersebut tidak segera menerima dialisis ginjal, mereka akan buta permanen.

Selain dialisis, orang dengan keracunan metanol dapat diobati dengan obat yang disebut fomepizole, yang menghambat alkohol dehidrogenase dan menghentikan produksi asam format hati.

Selain kehilangan penglihatan, orang yang terpapar metanol mungkin mengalami mual, muntah, sakit kepala, kejang, hingaga koma.

Tanda-tanda awal paparan, sering kali termasuk perasaan agak mabuk dan mulai mengalami hiperventilasi saat tubuh bereaksi terhadap peningkatan asam dalam darah.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

6 Makanan Ajaib Ini Turunkan Tekanan Darah Tinggi dalam Sekejap!

Sehat Jumat, 7 Mei 2021 | 15:39 WIB

Sejumlah penelitian telah membuktikan makanan tertentu dapat menurunkan tekanan darah tinggi, baik secara langsung maupu...

Gaya Hidup - Sehat, 6 Makanan Ajaib Ini Turunkan Tekanan Darah Tinggi dalam Sekejap!, Turunkan Tekanan Darah Tinggi dalam Sekejap,Makanan Ajaib untuk atasi Hipertensi,menurunkan tekanan darah tinggi,perubahan gaya hidup,mengurangi tekanan darah tinggi,menurunkan risiko penyakit hipertensi

Bahagia Bisa dari Makanan, Ini Rahasianya!

Sehat Jumat, 7 Mei 2021 | 15:30 WIB

Kandungan makanan tertentu bisa meningkatkan rasa bahagia. Hal ini disebabkan karena beberapa makanan mampu memengaruhi...

Gaya Hidup - Sehat, Bahagia Bisa dari Makanan, Ini Rahasianya!, Bahagia Bisa dari Makanan,Rahasia Bahagia Bisa dari Makanan,cara meningkatkan rasa bahagia,makanan mampu memengaruhi suasana hati,Pola Makan,menurunkan risiko depresi

Jarang Diketahui, Ini Fungsi dan Efek Samping Pengencer Darah

Sehat Jumat, 7 Mei 2021 | 15:18 WIB

Pengencer darah umumnya sangat diperlukan oleh orang dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung koroner, pe...

Gaya Hidup - Sehat, Jarang Diketahui, Ini Fungsi dan Efek Samping Pengencer Darah , Pengencer darah,melancarkan aliran darah,sumbatan darah,Risiko mengonsumsi pengencer darah,Bahaya mengonsumsi pengencer darah

Catat! Ini Cara Ampuh Atasi Bisul dengan Cepat

Sehat Jumat, 7 Mei 2021 | 14:40 WIB

Cara mengatasi bisul ada bermacam-macam, mulai dari pengobatan yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah hingga pengobatan...

Gaya Hidup - Sehat, Catat! Ini Cara Ampuh Atasi Bisul dengan Cepat, Cara Ampuh Atasi Bisul,Atasi Bisul dengan Cepat,Cara mengobati bisul,Bisul,Pengobatan bisul,infeksi pada kulit,Cara Mengatasi Bisul dengan Bahan Alami

Awas! Mandi Pakai Lensa Kontak Berisiko 7 Kali Sebabkan Kebutaan

Sehat Jumat, 7 Mei 2021 | 14:32 WIB

Orang yang menggunakan lensa kontak saat mandi lebih berisiko tinggi mengalami kebutaan.

Gaya Hidup - Sehat, Awas! Mandi Pakai Lensa Kontak Berisiko 7 Kali Sebabkan Kebutaan, Pakai Lensa Kontak,Cara Aman Pakai Lensa Kontak,Cara menggunakan lensa kontak,Tips Pakai Lensa Kontak,Pakai Lensa Kontak Sebabkan Kebutaan,bahaya menggunakan lensa kontak saat mandi,Lensa Kontak,kebutaan,penyebab kebutaan

Cara Mudah dan Menyenangkan untuk Turunkan Hipertensi

Sehat Jumat, 7 Mei 2021 | 14:31 WIB

Banyak orang mencari cara untuk menurunkan hipertensi. Dari mulai mengonsumsi obat sampai yang alami.

Gaya Hidup - Sehat, Cara Mudah dan Menyenangkan untuk Turunkan Hipertensi, hipertensi,Tanda Hipertensi,menurunkan hipertensi,cara menurunkan hipertensi,Mencegah hipertensi

Waspada Hipertensi, Kolesterol, dan Asam Urat Saat Lebaran

Sehat Jumat, 7 Mei 2021 | 14:16 WIB

Kesulitan mengontrol pola makan saat Lebaran membuat masyarakat sering terserang penyakit. Setidaknya ada tiga penyekit...

Gaya Hidup - Sehat, Waspada Hipertensi, Kolesterol, dan Asam Urat Saat Lebaran, penyakit idulfitri,penyakit lebaran,hipertensi,Kolesterol,Asam Urat

Vaksin Covid-19 Picu Pembengkakan Kelenjar Getah Bening, Ini Penyebabn...

Sehat Jumat, 7 Mei 2021 | 14:07 WIB

Dokter melihat banyak wanita yang melakukan tes memmogram setelah suntik vaksin Covid-19, karena mengalami pembengkakan...

Gaya Hidup - Sehat, Vaksin Covid-19 Picu Pembengkakan Kelenjar Getah Bening, Ini Penyebabnya!, Pembengkakan Kelenjar Getah Bening,efek samping vaksin Covid-19,suntik vaksin Covid-19,reaksi alergi parah,efek samping suntikan vaksin Covid-19

artikel terkait

dewanpers