web analytics
  

7 Kiat Membuat Kualitas Percakapan Lebih Baik

Rabu, 26 Agustus 2020 17:40 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Unik, 7 Kiat Membuat Kualitas Percakapan Lebih Baik, komunikasi,percakapan,kualitas pembicaraan

Dalam kehidupan sehari-hari, Anda pasti tidak bisa lepas dari kegiatan percakapan, baik itu dengan keluarga, teman, atau rekan kerja. Pahami beberapa hal yang dapat membuat kualitas percakapan Anda buruk dan bagaimana solusi untuk memperbaikinya. (Unsplash.com/Brooke Cagle)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Dalam podcast milik BBC Radio bertajuk “Listen and learn: how to make better conversation”, Eddy Canfor-Dumas dan Peter Osborn, penulis buku terbaru berjudul The Talking Revolution, menjelaskan kiat-kiat mereka untuk meningkatkan kualitas hubungan antarmanusia.

Terutama tentang bagaimana cara manusia berbicara dan berhubungan satu sama lain, serta bagaimana cara manusia meningkatkan kualitas percakapan, mulai dari mengatasi masalah di ruang rapat hingga menyelesaikan konflik dalam skala global.

Berikut tujuh tip untuk membuat percakapan lebih baik, dilansir dari BBC News.

Berusaha untuk memahami sebelum berusaha untuk dipahami

Dalam bukunya, The 7 Habits of Highly Effective People, Stephen Covey menyatakan 'orang harus berusaha untuk memahami sebelum berusaha untuk dipahami.' Intinya, dengarkan dulu orang yang sedang berbicara. Banyak orang yang masih belum bisa terbiasa dengan ini.

Penting untuk menyerap sudut pandang orang lain dan mencoba untuk memahami sepenuhnya apa yang mereka katakan sebelum Anda mulai memberikan pendapat atau memberikan kritik kepada mereka.

Tunjukkan pengertian Anda

Setelah memahami sudut pandang orang lain, tunjukkan pemahaman itu dengan memberikan umpan balik tentang apa yang telah Anda dengar, atau sekadar memberikan respons sederhana seperti mengangguk.

Ini menunjukkan bahwa Anda berada di gelombang yang sama. Ketika orang tersebut tahu bahwa mereka dipahami, Anda dapat mulai menawarkan saran atau menentang apa yang telah mereka katakan atau pikirkan.

Dengan memenuhi kebutuhan lawan bicara Anda untuk didengarkan, dihormati, dan dipahami, Anda menciptakan hubungan yang mengalir.

Berkolaborasi untuk mencapai solusi kreatif

Eddy dan Peter menggunakan istilah 'percakapan kreatif' karena pendekatan ini membantu menciptakan pemikiran baru dan pemahaman baru. Anda terlibat dengan apa yang dikatakan orang lain, dan melakukan yang terbaik untuk memberi umpan balik dengan pemahaman Anda, hal tersebut dapat menghasilkan wawasan baru yang tidak dapat Anda dapatkan secara individual.

Selain itu, menunjukkan pengertian membantu orang lain untuk terbuka, berbagi lebih banyak, mengatakan lebih banyak, dan merasa lebih aman dan bebas, yang membantu mereka untuk benar-benar mengeksplorasi pikiran mereka sendiri.

Hentikan kebiasaan komunikasi yang buruk

Semua orang pasti memiliki kebiasaan bercakap-cakap yang buruk tetapi terkadang ia tidak menyadarinya. Salah satunya seperti melamun ketika orang lain berbicara, atau mengoceh terlalu cepat sehingga orang lain sulit menanggapi pembicaraan.

Coba dan cari tahu apa pola ini dan kenali kapan pola itu muncul. Saatnya untuk menantang kebiasaan ini dan fokus pada mendengarkan dan memahami.

Jangan mendengarkan dengan tujuan mengkritik

Beberapa orang mendengarkan untuk mengkritik dengan lebih baik, menemukan alasan yang digunakan untuk membalas lawan bicara. Ini adalah sesuatu yang lumrah di dunia politik, ketika orang-orang membentuk kubu yang terpolarisasi dan kemudian berjuang untuk berbicara melintasi perbedaan itu.

Jangan mendengarkan untuk mengeluarkan potensi senjata verbal, tetapi dengarkan untuk lebih memahami sisi lain dari argumen tersebut.

Latihan dengan rutin

Eddy dan Peter memiliki ide latihan kelompok yang ampuh. Mereka mengumpulkan dua individu (yang mungkin baru saja bertemu) dan meminta mereka untuk segera menemukan sesuatu yang tidak mereka setujui. Mereka kemudian membuat satu orang tetap dalam peran pemahaman sementara yang lain menjelaskan apa yang mereka rasakan.

Itu dapat membantu orang-orang itu untuk menyadari betapa luar biasa rasanya untuk mendengarkan seseorang. Cobalah secara aktif mempraktikkan keterampilan ini dengan seorang teman sehingga Anda dapat menggunakannya kembali saat Anda berada dalam momen konflik atau perselisihan yang nyata.

Pilih saluran yang tepat untuk berkomunikasi

Komunikasi tatap muka adalah standar emas dan semakin jauh Anda menjauh dari standar emas tersebut, semakin sempit saluran yang Anda gunakan untuk berkomunikasi.

Di telepon, misalnya, Anda tidak memiliki kehadiran fisik. Suara Anda harus melakukan semua tugasnya. Dengan SMS bahkan tidak ada suara, hanya kata-kata tertulis. Dan jika Anda menggunakan anonimitas di Twitter dan platform media sosial lainnya, salurannya bahkan lebih sempit.

Karena anonimitas tersebut, percakapan dapat lebih mudah menjadi menghina dan kasar. Penting untuk memahami kapasitas saluran yang berbeda untuk membantu atau menghalangi komunikasi. Jika Anda bisa, usahakan untuk berkomunikasi tatap muka kapan pun dan di mana pun yang memungkinkan. (Fariza Rizky Ananda)

Sumber: BBC
Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers