web analytics

Ini Jadwal Baru Pencairan BLT Pekerja Formal

clockSelasa, 25 Agustus 2020 16:34 WIB userEries Adlin
Umum - Nasional, Ini Jadwal Baru Pencairan BLT Pekerja Formal, blt pekerja formal,blt 600 ribu,bp jamsostek,BPJS Ketenagakerjaan

Ilustrasi (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Pemerintah semula menjanjikan bantuan subsidi upah atau gaji (BSU), awalnya sering disebut bantuan langsung tunai (BLT), untuk pekerja formal akan cair pada 25 Agustus 2020. 

Namun, karena beberapa hal teknis yang perlu dilakukan, pengucuran bantuan untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan dan menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan itu terpaksa mundur.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan instansinya membutuhkan waktu untuk mengecek kesesuaian data dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, sekarang disebut BP Jamsostek. Sampai saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah memvalidasi 2,5 juta rekening pekerja calon penerima BSU atau BLT dan bisa dikirim pada akhir Agustus.

Validasi dari 2,5 juta data rekening tersebut, menurut Menaker Ida, membutuhkan kehati-hatian dan Kemnaker akan melakukan check list untuk mengecek kesesuaian data yang ada. Sesuai petunjuk teknis (juknis), Kemnaker memiliki waktu empat hari untuk melakukan check list. 

“Kami membutuhkan waktu untuk mengecek kesesuaian data yang disampaikan Dirut BPJS Ketenagakerjaan. Data 2,5 juta itu bukan angka yang sedikit, kami menargetkan bisa ditransfer dimulai akhir Agustus ini,” kata Menaker Ida.

Penyerahan data 2,5 juta rekening yang ditandai dengan penandatangan berita acara tersebut merupakan batch (tahap) pertama dari total 15,7 juta calon penerima bantuan subsidi upah dari pemerintah kepada pekerja bergaji di bawah Rp5 juta di kantor Kemnaker Jakarta, Senin (24 Agustus 2020). Hal itu diungkap dalam siaran pers Kemnaker di laman resmi lembaga itu, kemnaker.go.id.

Setelah diperoleh kesesuaian data, lanjut Menaker Ida, pihaknya akan menyerahkan data tersebut kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk bisa mencairkan uangnya yang akan disalurkan ke Bank penyalur yakni Bank-Bank Pemerintah. 

“Jadi bank pemerintah dan bank penyalur tersebut nanti akan ditransfer dipindahbukukan ke penerima program subsidi upah/gaji. Kami merencanakan batch pertama 2,5 juta, mudah-mudahan 2,5 juta itu minimal per minggu sehingga dari 15,7 juta itu datanya bisa masuk pada akhir September 2020 nanti,” katanya.

Menaker Ida menambahkan untuk pegawai pemerintah non PNS (PPNPN), sepanjang PPNPN tersebut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dia termasuk yang menerima program bantuan subsidi gaji/upah ini.

Semula bantuan subsidi dari pemerintah ini diperuntukkan bagi karyawan swasta yang bergaji di bawah Rp5 juta. Namun setelah koordinasi rapat lintas Kementerian/Lembaga memberi kesempatan PPNPN yang tak menerima gaji ke-13 dan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, mereka berhak menerima subsidi upah. Jadi total sebanyak 15,7 juta.

“Saat ini telah tersedia data rekening calon penerima program subsidi upah/gaji sebanyak 13,7 juta dan masih ada 2 juta lagi data rekening yang masih dalam proses validasi,” katanya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 86 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Administratif Kepada Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara Dan Setiap Orang Selain Pemberi Kerja Pekerja Dan Penerima Bantuan Iuran Dalam Penyelenggaraan Jaminan Sosial, Menaker Ida menjelaskan pemerintah akan memberikan sanksi administratif kepada pemberi kerja yang tidak melaporkan dan mendaftarkan data karyawannya secara akurat kepada BPJS Ketenagakerjaan.

“Sanksi administratif berupa teguran, denda hingga penghentian pelayanan publik dan sanksi lain sesuai ketentuan yang berlaku,” Menaker Ida mengingatkan.

Hal senada terkait rekening calon penerima BLT atau BSU pekerja formal dengan gaji di bawah Rp5 juta juga disampaikan oleh Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto. Menurutnya data rekening yang terkumpul dan diserahkan kepada Kemnaker sebanyak 13,7 juta dari target semula sebanyak 15,7 juta calon penerima subsidi upah/gaji. Masih ada 2 juta rekening pekerja yang belum terkumpul.

“Saya minta bantuan para pemberi kerja/HRD agar segera mengumpulkan data rekening karyawannya untuk diserahkan ke BPJS Ketenagakerjaan agar bisa memperoleh bantuan subsidi upah dari pemerintah,” ujar Agus.

Agus menjelaskan setelah dilakukan validasi secara berlapis, dari 13,7 juta data rekening pekerja, hingga Senin (24 Agustus 2020) ini, sudah terkumpul 10 juta rekening tervalidasi. Dari 10 juta rekening tervalidasi, akan diserahkan sebanyak 2,5 juta secara bertahap by batch. 

“Ini dilakukan, untuk memudahkan monitoring dan menerapkan prinsip kehati-hatian. Jadi kami serahkan ini batch pertama sebanyak 2,5 juta data yang kami serahkan.”

Agus Susanto mengungkapkan pihaknya harus melakukan validasi sebanyak 127 Bank yang dilakukan secara otomatis melalui sistem dalam jumlah besar dan membutuhkan waktu.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

AJI Gelar Pelatihan 'Jurnalisme & Trauma'

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 20:00 WIB

Jurnalis dapat membantu pihak berkonflik atau bahkan pemerintah untuk memahami penyebab dan konteks konflik yang terjadi...

Umum - Nasional, AJI Gelar Pelatihan 'Jurnalisme & Trauma', AJI,aliansi jurnalis independen,Pelatihan Jurnalisme,Jurnalisme & Trauma

Limbah Medis Covid-19 Capai 18.460 Ton, Apa Kata Jokowi?

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 16:41 WIB

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengungkapkan jumlah limbah medis Covid-19 per 27 Juli 2021 me...

Umum - Nasional, Limbah Medis Covid-19 Capai 18.460 Ton, Apa Kata Jokowi?, Limbah Medis Covid-19,Jumlah Limbah Medis Covid-19,Limbah Medis Covid-19 Indonesia,Bahaya Limbah Medis Covid-19,Penanganan Limbah Medis Covid-19

Umrah dari Wilayah Pandemi Covid-19 Langgar Pesan Rasulullah SAW

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 13:44 WIB

Arab Saudi telah membuka izin umrah. Jamaah asal Indonesia pun dapat berumroh dengan berbagai persyaratan, salah satunya...

Umum - Nasional, Umrah dari Wilayah Pandemi Covid-19 Langgar Pesan Rasulullah SAW, Umrah,Jemaah Umrah,umrah 2021,aturan umrah

Data Nasabah Bocor, Direksi BRI Life Dipanggil Kominfo

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 13:30 WIB

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku telah menerima informasi terkait dugaan kebocoran data pribadi...

Umum - Nasional, Data Nasabah Bocor, Direksi BRI Life Dipanggil Kominfo, BRI Life,data nasabah BRI Life bocor,data nasabah BRI Life dijual,data nasabah BRI Life dicuri

TNI AU Paparkan Kronologi Anggotanya Injak Kepala Seorang Warga Papua

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 12:55 WIB

TNI Angkatan Udara (AU) menyampaikan kronologi kejadian hingga dua orang anggotanya melakukan tindakan berlebihan dengan...

Umum - Nasional, TNI AU Paparkan Kronologi Anggotanya Injak Kepala Seorang Warga Papua, Anggota TNI arogan,Anggota TNI injak kepala warga Papua,Kepala warga Papua diinjak anggota TNI,Papua,TNI AU

Begini Perkembangan Kartu Prakerja Gelombang 18, Simak Sampai Tuntas!

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 12:02 WIB

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja tengah bersiap untuk membuka Kartu Prakerja Semester II yaitu gelombang 18. Kartu Pr...

Umum - Nasional, Begini Perkembangan Kartu Prakerja Gelombang 18, Simak Sampai Tuntas!, Program Kartu Prakerja,Informasi Terbaru Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang 18,Kartu Prakerja Gelombang 18,11 Poin Wajib Dipastikan Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 18,pembukaan Kartu Prakerja gelombang 18,Cara Lolos Kartu Prakerja gelombang 18

Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Diprediksi Mereda Oktober

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 11:42 WIB

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menduga kasus Covid-19 baru mulai menunjukkan angka penu...

Umum - Nasional, Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Diprediksi Mereda Oktober, lonjakan covid-19,Akhir Lonjakan Covid-19,Lonjakan Covid-19 Indonesia,Jumlah kasus Covid-19 Indonesia,kasus Covid-19 di Indonesia,Kasus aktif Covid-19 di Indonesia,Lonjakan Kasus aktif Covid-19 di Indonesia

Akan Dibuka, Berikut Cara Agar Jamaah Haji Indonesia Bisa Berangkat Um...

Nasional Rabu, 28 Juli 2021 | 10:54 WIB

Baru-baru ini, Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi diberitakan hendak membuat peraturan yang akan mensanksi war...

Umum - Nasional, Akan Dibuka, Berikut Cara Agar Jamaah Haji Indonesia Bisa Berangkat Umrah, COVID-19,Arab Saudi,Umrah

artikel terkait

dewanpers
arrow-up