web analytics
  

Kandungan Bayam Bisa Jaga Kesehatan Otak

Selasa, 25 Agustus 2020 02:54 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Kandungan Bayam Bisa Jaga Kesehatan Otak, Bayam,Manfaat bayam,Kesehatan Otak,makanan sehat,kandungan bayam

Ilustrasi--Bayam (Pxhere)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Bayam merupakan salah satu sayuran hijau yang kaya akan manfaat. Selain kandungan gizinya, bayam pun memiliki manfaat lain yang dapat mendukung kesehatan otak.

Dilansir di laman Health, Jumat (21/8), ada hal yang menyebabkan bayam dapat mendukung kesehatan otak. Efek anti-inflamasi bayam berperan untuk melindungi otak, terutama dengan penuaan.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti meneliti pola makan dan kemampuan kognitif lebih dari 950 orang dewasa yang lebih tua selama sekitar lima tahun. Mereka melihat penurunan yang signifikan dalam tingkat penurunan kognitif di antara mereka yang mengonsumsi lebih banyak sayuran berdaun hijau.

Data menunjukkan orang yang makan satu hingga dua porsi sayuran hijau setiap hari memiliki kemampuan kognitif yang sama dengan seseorang yang 11 tahun lebih muda daripada mereka yang tidak mengkonsumsi sayuran hijau. Selain dapat mendukung kesehatan otak, bayam memiliki manfaat lain. Bayam dapat membantu mengatur tekanan darah.

Bayam merupakan sumber nitrat alami. Sumber nitrat alami itu berupa senyawa yang membuka pembuluh darah untuk meningkatkan aliran darah dan meringankan beban kerja jantung.

Dalam satu penelitian kecil yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, 11 pria dan tujuh wanita mengonsumsi empat minuman kaya nitrat yang berbeda, termasuk minuman berbahan bayam. Peneliti menemukan kadar nitrat darah meningkat setelah meminum keempat minuman tersebut.

Minuman bayam, selain yang terbuat dari jus bit dan salad roket yang merupakan daun hijau lainnya, juga menurunkan tekanan darah. Tekanan darah diastolik tetap lebih rendah lima jam setelah menelan minuman bayam.

Manfaat keenam dari bayam adalah dapat melindungi kesehatan mata. Salah satu antioksidan dalam bayam, yang disebut lutein. Lutein telah terbukti mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia (AMD), yaitu penyakit mata yang dapat mengaburkan penglihatan sentral yang tajam yang diperlukan untuk aktivitas seperti membaca dan mengemudi.

AMD adalah penyebab utama kehilangan penglihatan bagi orang-orang yang berusia 50 tahun ke atas. Saat ini tidak ada obat atau pengobatan untuk menyembuhkan kondisi tersebut. Oleh karenanya, pencegahan adalah kuncinya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers