web analytics
  

Tenaga Pendidik Kota Cimahi Wajib Swab Test

Senin, 24 Agustus 2020 21:22 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Tenaga Pendidik Kota Cimahi Wajib Swab Test, Swab Test,Tenaga Pendidik,Kota Cimahi

Swab Test. (Dok Humas Pemprov Jabar)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Cimahi mulai melakukan swab test Coronavirus Disease (Covid-19) terhadap tenaga pendidik di Kota Cimahi. Deteksi paparan virus ini dilakukan sebagai bentuk persiapan jika pemerintah membuka belajar tatap muka.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cimahi Harjono mengatakan, swab test itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. 

"Sudah disampaikan ke semua kepala sekolah, bahwa para guru diminta mendaftar secara online, mendaftar mandiri ke puskesmas yang sesuai dengan alamatnya," kata Harjono.

Menurut dia, seluruh guru, pegawai tata usaha, hingga penjaga sekolah di SD maupun SMP di Cimahi akan dilakukan tes, baik swab test maupun rapid test. Tes dilakukan secara bertahap sampai 6 September 2020.

"Intinya, ini sebagai bagian dari persiapan, manakala nanti pemerintah pusat mengambil kebijakan untuk zona hijau dan kuning membuka sekolah tatap muka, maka semua guru harus dipastikan dalam kondisi bebas dari Covid-19," katanya.

Untuk tahap awal, terang Harjono, swab test dilakukan kepada 1.000 guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), yang berdomisili di Cimahi. Guru yang tinggal di luar Cimahi maupun guru yang mengajar di sekolah swasta, diagendakan untuk melakukan rapid test.

"Soalnya, jumlah guru itu ada sekitar 4.000, yang terdiri atas sekitar 2.000 guru ASN dan 2.000 non-ASN. Nah, yang 2.000 ASN itu, 1.200-an kalau tidak salah, domisili di Cimahi, sisanya di luar," ucapnya.

Pada hari pertama pelaksanaan swab test, terpantau masih belum banyak guru yang datang ke puskesmas. Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan pun akan kembali mengimbau agar para guru melakukan tes.

"Ini kewajiban, kami akan kejar. Jadi, belum boleh sekolah itu dibuka, kalau gurunya belum dites, termasuk pegawai TU dan penjaga sekolah," kata Harjono.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers