web analytics
  

Jamsostek Fasilitasi Pembukaan Rekening Bank Bagi yang Belum Punya

Senin, 24 Agustus 2020 17:04 WIB Aini Tartinia
Umum - Nasional, Jamsostek Fasilitasi Pembukaan Rekening Bank Bagi yang Belum Punya, blt 2,4 juta,BPJAMSOSTEK,bantuan tunai

Ilustrasi (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM - Bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp2,4 juta bagi pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta akan dicairkan pada 25 Agustus 2020.

Syarat untuk dapat BLT ini ialah anggota aktif BPJamsostek yang dibuktikan dengan nomor kartu kepersertaan.

Daftar nomor rekening pekerja yang didaftarkan HRD setiap perusahaan akan diverifikasi dan divalidasi BPJamsostek agar bantuan tepat sasaran.

Namun, bagaimana dengan pekerja bergaji di bawah lima juta yang tidak memiliki rekening aktif? Apa yang harus dilakukan?

Deputi Direktur Management Office BPJamsostek Romi Erfianto mengatakan, BPJamsostek memfasilitasi para pekerja yang tidak memiliki nomor rekening bank aktif agar mudah untuk membuka rekening. Upaya ini tidak dikenakan biaya sepeser pun alias gratis.

"Kami kantor cabang bekerjasama dengan bank Himbara dan bank nasional untuk memudahkan para pekerja memiliki rekening. Kita pertemukan perbankan dengna para pekerja, ini tanpa dikenakan saldo. Karena mengingat syarat BSU memiliki rekening aktif," kata Romi dalam konferensi pers virtual, Jumat (21/8/2020).

Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto menegaskan, pekerja yang tidak memiliki nomor rekening aktif tidak akan bisa dibayarkan bantuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah. Hal ini sesuai dengan kriteria Permenaker No.14 Tahun 2020 bahwa calon penerima BSU ialah WNI dan peserta aktif BPJamsostek dan memiliki rekening aktif.

"Jadi, ini mandatory harus memiliki rekening bank karena bantuan subsidi upah dibayarkan ditransfer langsung ke penerima, tidak melalui siapapun. Oleh karena itu, kalau tidak memiliki nomor rekening tentunya tidak sesuai dengan kriteria dan tidak bisa kita bayarkan," kata Agus.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Agus Susanto menegaskan, pekerja bergaji di bawah RP5 juta yang tak memiliki nomor rekening aktif tidak akan mendapatkan bantuan subsidi gaji dari pemerintah.

Oleh karena itu, ia meminta perusahaan dan para HRD untuk mendaftarkan para pekerja mereka yang tidak memiliki nomor rekening, agar segera membuka rekening di bank supaya dapat mengikuti program subsisi upah.

"Kami mohon kepada para HRD untuk bisa memfasilitasi atau membuatkan rekening bank para pekerjanya," katanya.

Sebelumya, mengacu kepada kriteria Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020, tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Upah Bagi Pekerja atau Buruh dalam Penanganan Dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bahwa penerima BSU adalah warga Negara Indonesia (WNI), tercatat sebagai peserta BPJamasostek dan memiliki rekening bank aktif.

"Kalau tidak memiliki nomor rekening artinya tidak sesuai kriteria dan tidak bisa kita bayarkan, Karena BSU 600 ribu per bulan selama empat bulan akan ditransfer ke rekening bank masing-masing pekerja penerima bantuan tersebut" ujarnya.

Sebelumnya, BPJamsostek mengumpulkan 13,6 juta nomor rekening calon penerima bantuan subsidi upah pekerja di bawah Rp 5 juta hingga Jumat (21/8/2020) pukul 12:28 WIB.  Meski begitu, Agus menjelaskan, nomor rekening ini masih harus divalidasi dengan berbagai tahap terlebih dahulu sebelum disetorkan ke pemerintah.

"Tahapan validasi cukup berlapis, kita ingin memastikan betul bahwa data-data yang disampaikan oleh BPJamsostek telah sesuai dengan kriteria dan sistem yang terdata di BPJamsostek," ujar Agus

Berikut ini beberapa tahapan validasi nomor rekening penerima dalam program subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek:

1. Validasi oleh perbankan 

Pertama, 13,6 juta nomor rekening tersebut harus divalidasi terlebih dahulu oleh perbankan. Setidaknya dilakukan oleh 127 perbankan di Indonesia. Validasi meliputi keaktifan dan keabsahan nomor rekening. Hasilnya, ada 9,33 juta nomor rekening yang valid dan 51.859 yang tidak valid. Nomor yang tidak valid ini perlu dikirim kembali ke perusahaan untuk memperbaiki nomor rekeningnya. Sementara masih ada sekitar 4,21 juta nomor rekening yang masih dalam proses validasi.

"Jadi ada proses yang berjalan setiap saat dan tentunya angka-angka ini akan berubah setiap detik karena ada proses," kata Agus.

2. Validasi pemilik nomor rekening dengan kriteria Permenaker 14/2020

Kedua, nomor rekening yang sudah valid di perbankan divalidasi secara internal oleh BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan memvalidasi dengan data kepesertaan yang memenuhi kriteria sesuai dengan Permenaker No.14 Tahun 2020. Hasilnya, 8,17 juta nomor rekening valid dan 1,15 juta tidak valid.Dari nomor rekening ini ada yang dikeluarkan karena tidak sesuai kriteria Kemnaker. Selain itu, ada pula yang perlu dikembalikan ke perusahaan untuk diperbaiki dan dikirimkan kembali ke BPJS Ketenagakerjaan bila ada kesalahan seperti nama berbeda dan lainnya.

3. Validasi ketunggalan nomor rekening

Ketiga, BPJS Ketenagakerjaan juga melakukan validasi nomor rekening dan ketunggalan. Menurut Agus, dalam tahap ini, BPJS Ketenagakerjaan menemukan ada pekerja yang bekerja di berbagai tempat dengan nama sama tetapi mengirimkan nomor rekening yang berbeda. Ada pula satu rekening dengan beberapa nomor kepesertaan. Sehingga, data yang tidak valid akan dikembalikan ke perusahaan untuk diperbaiki dan dikembalikan ke BPJamsostek untuk dilakukan validasi ulang.

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers