web analytics
  

Penyebab Gangguan Kecemasan dan Cara Mengatasinya

Senin, 24 Agustus 2020 15:49 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Penyebab Gangguan Kecemasan dan Cara Mengatasinya, Gangguan kecemasan,depresi,rokok,Kesehatan,mental

Gangguan kecemasan bisa terjadi pada siapa saja. Mungkin hal tersebut lumrah, namun beberapa orang bisa kesulitan mengatasi dan menghadapinya, bahkan bisa mengganggu aktivitas sehari-harinya. Cara yang tepat diperlukan untuk mencegah dan mengatasi hal tersebut. (Unsplash.com/Fernando @cferdo)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kecemasan adalah perasaan khawatir, gugup, atau tidak nyaman yang dialami manusia. Sangat wajar jika kecemasan memengaruhi Anda ketika akan menghadapi ujian, wawancara kerja, atau masalah finansial.

Meskipun stres adalah sesuatu yang selalu bertambah dan berkurang seiring dengan datangnya masalah yang menjadi pemicu, kecemasan sering tetap ada, terlepas dari penyebabnya jelas atau tidak. Dan beberapa orang bisa merasa sulit untuk mengendalikan perasaan cemas ini.

Apa penyebab kecemasan?

Dilansir dari BBC, kecemasan kerap tidak membutuhkan alasan. Namun mungkin ada penyebab yang mudah diidentifikasi:

• Kecemasan dapat dipicu oleh peristiwa kehidupan yang signifikan seperti perceraian atau diagnosis medis.

• Peristiwa traumatis dapat menyebabkan kecemasan, dan ini merupakan salah satu gejala utama gangguan stres pascatrauma (PTSD).

• Kecemasan bisa menjadi gejala fobia. Seseorang yang menderita klaustrofobia, misalnya, akan merasa cemas jika berada di dalam ruang tertutup.

• Kecemasan sosial (social anxiety) adalah gangguan kecemasan yang paling umum. Bagi penderita, itu berarti menahan diri terlibat dalam situasi sosial seperti pesta atau piknik.

Apa saja gejala kecemasan?

Cara kecemasan memanifestasikan dirinya berbeda untuk setiap orang, tetapi kecemasan, umumnya, kombinasi dari gejala fisik dan psikologis.

Kecemasan bisa membuat orang terjebak dalam pikiran yang tidak logis, kekhawatiran tentang perkataan atau perlakuan yang salah, dan ketakutan skenario terburuk akan menjadi kenyataan. Seseorang yang mengalami serangan kecemasan mungkin menjadi diam dan menyendiri, merasa terlepas dari lingkungan di sekitar mereka.

Kecemasan juga dapat menyebabkan serangan panik, jantung berdebar kencang, dan sesak napas. Hal ini sering disertai dengan rasa takut yang melumpuhkan.

Lalu, bagaimana cara mengatasi kecemasan tersebut? Berikut tips yang bisa Anda ikuti, menurut BBC.

Hadapi ketakutan Anda

Saran paling umum untuk mengatasi cemas adalah menghindari penyebabnya. Namun, meskipun ini mungkin membantu meredakan kecemasan dalam jangka pendek, penghindaran bukanlah jawabannya.

Ketakutan dan kekhawatiran kemungkinan besar akan kembali dalam situasi yang sama. Penghindaran juga dapat memperkuat gagasan bahwa skenario ini berarti “bahaya”. Dengan menghadapinya secara langsung, dan melemparkan diri Anda ke dalam situasi yang membuat Anda cemas, Anda akan mengetahui apakah ketakutan Anda itu benar, dan bisa jadi akan membuktikan bahwa kecemasan Anda tidak berdasar.

Tuliskan kecemasan Anda

Salah satu alasan kecemasan adalah ketika orang akan menghadapi ujian atau tes. Michael Scullin, Direktur Sleep, Neuroscience and Cognition Lab di Baylor University, memiliki trik sederhana untuk mengurangi stres ujian.

Dalam sebuah studi baru-baru ini, para peneliti masuk ke kelas biologi tempat para siswa akan mengikuti ujian berisiko tinggi. Sepuluh menit sebelum ujian, separuh siswa diminta menuliskan semua kecemasan mereka. Hasilnya, mereka yang telah menuliskan kecemasan sama sekali tidak begitu khawatir. Mereka pun berprestasi, rata-rata, setengah nilai lebih baik.

Jika Anda khawatir tentang suatu peristiwa yang akan datang, tuliskan persis apa yang membuat Anda cemas. Ini mungkin membantu Anda menyadari bahwa itu tidak terlalu menakutkan.

Tetap di masa sekarang

Terapis California, Dr Judith Bell, berkata bahwa Anda harus melihat otak seperti mobil. Anda harus belajar cara membantunya melewati tikungan dan tetap ada di jalur lurus.

Salah satu metode untuk membantu pikiran melambat dan berjalan dalam garis lurus adalah dengan fokus pada saat ini. Perhatikan bagaimana Anda bernapas, bagaimana perasaan tubuh Anda, dan berhentilah memikirkan masa lalu atau masa depan terlalu sering.

Kurangi zat yang bisa memperburuk keadaan

Perokok mungkin merasa rokok membantu menenangkan mereka, tetapi nikotin sebenarnya dapat menyebabkan gejala kecemasan atau memperburuknya. Alkohol mengubah kadar serotonin di otak, yang dapat memperburuk kecemasan.

Lalu kafein adalah stimulan yang sebenarnya dapat memicu respons "lawan atau lari" dalam tubuh. Jika Anda terpengaruh oleh kecemasan, berhentilah merokok, kurangi alkohol, dan pilihlah kopi tanpa kafein.

Cari bantuan profesional

Merasa cemas dalam situasi tertentu adalah hal yang wajar. Tetapi jika kecemasan memengaruhi kehidupan sehari-hari Anda atau menyebabkan Anda tertekan, mungkin inilah saatnya untuk mengunjungi dokter. Ada terapi psikologis seperti terapi perilaku kognitif (CBT) atau konseling yang dapat membantu Anda mengatasi kecemasan dan memperbaiki jalan pikiran Anda. (Fariza Rizky Ananda)

 

Sumber: https://www.bbc.co.uk/programmes/articles/f0DFyLlYKW3s1ZkRJxMQzp/tips-and-advice-for-overcoming-anxiety

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers