web analytics
  

Uniknya Arsitektur Gedung DENIS, 'Kembaran' Savoy Homann Bandung

Senin, 24 Agustus 2020 14:56 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Baheula - Baheula, Uniknya Arsitektur Gedung DENIS, 'Kembaran' Savoy Homann Bandung, Jalan Braga,Gedung DENIS,Album Bandoeng Tempo Doeloe,Karel Albert Rudolf Bosscha,Albert Frederik Aalbers,Streamline Moderne

Gedung DENIS Bandung. (Ayobandung.com/Nur Khansa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Di antara Jalan Braga dan Jalan Naripan, Kota Bandung, terdapat sebuah bangunan bernuansa abu tepat di bagian hook kedua jalan tersebut. Bangunan ini memiliki dua sayap gedung, yang pertama berada di ruas Jalan Braga dan sayap kedua memanjang ke Jalan Naripan.

Di tengah-tengah irisan kedua sayap bangunan tersebut terdapat sebuah menara. Di pelataran teras depan bangunan ini juga terpampang monumen huruf warna-warni berbunyi "BRAGA".

Gedung ini juga merupakan salah satu landmark pusat Kota Bandung, penanda wilayah antara Jalan Braga dan Jalan Naripan. Dulu, gedung ini dinamai Gedung DENIS.

Berdasarkan penuturan Sudarsono Katam dalam bukunya Album Bandoeng Tempo Doeloe, DENIS adalah bank simpanan dan hipotek pertama yang didirikan di Hindia Belanda. Namanya merupakan singkatan dari De Erste Nederlandsche Indische Spaarkas en Hypotheekbank.

Bank ini juga bergerak dalam bidang asuransi dengan anak perusahaan yang dinamai DENIS Insurance Co. Salah seorang pendiri bank tersebut adalah Karel Albert Rudolf Bosscha alias Ru Bosscha, juragan perekebunan teh atau Preanger Planter yang banyak menorehkan kisah di Kota Kembang.

Gedung DENIS didirikan pada 1935-1936, dirancang salah seorang aristek ternama yang cukup banyak membangun gedung bersejarah di Kota Bandung, yakni Albert Frederik Aalbers. Gaya arsitektur yang diadopsi adalah Art Moderne bernuansa streamline.

Streamline Moderne adalah gaya aristektur internasional yang banyak berkembang pada 1930-an. Desainnya terinspirasi dari nuansa aerodinamis yang menekankan bentuk lengkung, horizontal panjang, dan unsur-unsur laut. Kesan yang ingin ditampilkan adalah ramping dan modern.

Bila diperhatikan, desain gedung tiga lantai tersebut hampir serupa dengan desain hotel legendaris Savoy Homann di Jalan Asia Afrika. Usut punya usut, keduanya  memang dirancang oleh orang yang sama.

A.F Aalbers kembali dipercaya untuk merancang gedung Savoy Homann karena desainnya dalam membuat gedung DENIS dianggap berhasil. Ia kemudian merombak Hotel Homann menjadi Savoy Homann pada 1937-1939 dengan mengadopsi gaya arsitektur yang sama.

Hingga saat ini, gedung DENIS masih menjalani fungsi yang sama, yaitu digunakan sebagai bangunan kantor lembaga keuangan. Pada 1960-an, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. atau bank bjb menempati gedung tersebut hingga sekarang.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers