web analytics
  

Kisah Heroik Dua Pemuda di Gedung DENIS Bandung

Senin, 24 Agustus 2020 14:43 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Baheula - Baheula, Kisah Heroik Dua Pemuda di Gedung DENIS Bandung, Heroik,Gedung DENIS,bank bjb,Tentara Keamanan Rakyat,Barisan Banteng Republik Indonesia,Endang Karmas,Moeljono,Hotel Oranje Surabaya

Salah satu adegan pementasan Teatrikal Sejarah Gedung NV Denis dalam rangkaian kegiatan Festival Djoeang tahun 2019, di Jalan Braga Pendek, Kota Bandung, Sabtu (31/8/2019). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ada peristiwa bersejarah berkenaan dengan perjuangan bangsa Indonesia, khususnya warga Kota Bandung, dalam melawan penjajah di gedung DENIS. Gedung tersebut terletak di antara Jalan Braga dan Jalan Naripan dengan menara di bagian tengahnya. Saat ini, gedung tersebut menjadi kantor bank bjb.

Peristiwa heroik ini terjadi pada Oktober 1945. Kala itu, dua pemuda Kota Bandung yakni Endang Karmas dan Moeljono mengoyak dan merobek bendera Belanda yang berkibar di atas menara gedung DENIS.

Di hari itu, para pemuda yang tergabung ke dalam Barisan Banteng Republik Indonesia (BBRI) dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) berusaha keras melucuti serdadu-serdadu Jepang yang telah kalah perang dan melawan para tentara sekutu yang belum lama datang ke Bandung untuk kembali menguasai kota tersebut. Para serdadu tersebut juga berjaga di depan gedung DENIS.

Endang Karmas dan Moeljono berhasil meringsek masuk ke menara gedung tersebut. Tujuannya adalah untuk menurunkan bendera Belanda merah-putih-biru yang masih berkibar.

Namun, sesampainya mereka di atas menara, angin bertiup kencang dan menyulitkan keduanya untuk merobek kain yang terkulai tertiup angin tersebut. Tak kehabisan akal, Endang Karmas kemudian naik ke bahu Moeljono. Dia mengoyak-ngoyak bagian bawah bendera yang berwarna biru bermodalkan bayonet yang terselip di pinggangnya. Alhasil, bendera tersebut tampak seperti bendera Indonesia, yakni merah-putih.

Upaya nekat yang dilakukan kedua pemuda tersebut tentu bukan tanpa risiko. Para tentara Inggris yang bermarkaskan di hotel Savoy Homann dan hotel Preanger memberondong mereka dengan peluru.

Peristiwa ini disebut serupa dengan peristiwa heroik lainnya yang terjadi di Hotel Oranje Surabaya pada 18 September 1945. Saat itu, para pemuda menurunkan bendera merah-putih-biru Belanda dan kemudian merobeknya menjadi merah-putih sebelum kemudian kembali dikibarkan.

Kedua peristiwa tersebut menjadi pemantik dalam dua peristiwa besar yang terjadi setelahnya, yakni Bandung Lautan Api pada 24 Maret 1946 dan Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Kedua perlawanan tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni mengusir serdadu Jepang yang tersisa sekaligus bala tentara gabungan Inggris yang dimandatkan untuk memegang kendali atas Indonesia.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers