web analytics
  

Bar di Jepang Buat Sekat untuk Pengunjung

Sabtu, 22 Agustus 2020 14:49 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Unik, Bar di Jepang Buat Sekat untuk Pengunjung, bar,Jepang,Pandemi Corona,Social Distancing

Sekat transparan yang menggantung dari langit-langit di bar Jazz Lounge En Counter. (REUTERS)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Pandemi dan imbauan social distancing menuntut setiap orang menyesuaikan diri dengan keadaan. Tak terkecuali para pemilik restoran, bar, maupun kafe yang harus mencari ide kreatif agar bisa tetap mendapat pelanggan. Salah satunya adalah yang dilakukan bar di Tokyo ini.

Bar bernama Jazz Lounge En Counter di distrik Ginza, Tokyo, ini membuat sekat transparan agar para pengunjungnya merasa aman. Sekat ini berbentuk seperti kerucut dan digantung di atap. Pengunjung bisa dengan nyaman masuk ke dalam sekat dan bicara dengan pengunjung lain.

Sebelumnya, bar ini harus tutup selama beberapa minggu karena pemerintah mengumumkan keadaan darurat nasional pada bulan April lalu. Kemudian, pada akhir Juni akhirnya bar ini kembali buka. Namun, terjadi penurunan pendapatan hingga 70-80% dibanding dengan sebelum pandemi.

“Jika kami tidak mengambil langkah tegas, kami tidak akan mendengarkan permintaan pelanggan. Dan mereka tidak akan mengunjungi kami karena khawatir, saya sangat menyadari ini,” tutur manajer bar Katsutoshi Iwazaki.

Setiap sekat yang digantung menutupi kepala hingga bahu masing-masing pelanggan. Sekat ini menjadi batasan antara pelanggan satu dengan pelanggan lain, juga dengan karyawan yang menyajikan pesanan. Adanya sekat ini juga ikut membuat para pekerja di bar merasa lebih aman dan terlindungi.

“Saya tidak bisa berbicara dengan mereka (pelanggan) dengan aman jika ada risiko infeksi droplet. Tapi saya merasa sangat aman sekarang dengan tindakan ini,”ujar salah satu karyawan, Mako Aoki (27).

Selain pelanggan, setiap karyawan juga diberikan versi sekat portabelnya. Alat yang dikenakan karyawan bar seperti masker transparan yang hanya menutupi bagian mulut. (Putri Shaina)

Sumber: Reuters
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers