web analytics
  

KPK dan BPK Diminta Telusuri Anggaran Pemerintah ke Influencer

Sabtu, 22 Agustus 2020 13:35 WIB
Umum - Nasional,  KPK dan BPK Diminta Telusuri Anggaran Pemerintah ke Influencer, Influencers,Anggaran Influencers,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

KPK (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi dan Badan Pemeriksa Keuangan menelusuri anggaran pemerintah untuk menggandeng influencer senilai Rp90,45 miliar.

Anggaran tersebut sebelumnya ditemukan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).

Didik mengatakan, para penegak hukum seperti KPK semestinya sangat bisa menyelidiki terkait aliran dana sebegitu besar dan disinyalir transparansi akuntabilitasnya rendah.

"Saya berharap aparat penegak hukum khususnya KPK segera memulai lagi untuk melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan uang negara tidak menguap dan dikorupsi," kata Didik dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2020).

Selain itu, dia menilai BPK harus melakukan audit mendalam agar uang rakyat tidak dipergunakan untuk kepentingan yang berorientasi kebutuhan yang tidak bermanfaat.

"Di tengah kesusahan masyarakat dan tertekannya keuangan negara seperti saat ini, saya berharap aparat penegak hukum khususnya KPK dan lembaga pengawas termasuk BPK mengedankan hati nuraninya untuk memikirkan rakyatnya, dan bukan bungkam melihat potensi uang rakyat yang menguap," tuturnya.

Sebelumnya, ICW menyebut pemerintah menggelontorkan anggaran Rp90,45 miliar untuk membayar jasa influencer. Hal itu ditemukan dari penelusuran ICW di situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Pengumpulan data dilakukan mulai 14 Agustus hingga 18 Agustus 2020.

"Total anggaran belanja pemerintah untuk aktivitas melibatkan influencer dengan 40 paket sebesar Rp90,45 miliar, semakin marak sejak 2017," kata Peneliti ICW, Egi Primayogha, dalam diskusi ICW bertajuk "Aktivitas Digital Pemerintah: Berapa Miliar Anggaran Influencer?", Kamis (20/8/2020).

Egi memberikan contoh penggunaan influencer untuk sosialisasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2019.

Nama Gritte Agatha dan Ayushita WN menjadi influencer yang terpilih dengan total anggaran Rp114,4 juta.

Kemudian terdapat pula nama Ahmad Jalaluddin Rumi atau El dan Ali Syakieb yang juga menjadi influencer untuk program tersebut.

Kemendikbud menggelontorkan Rp114,4 juta untuk dua influencer itu.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers