web analytics
  

Reaktif Covid-19, Pemakaman Lansia Warga Padalarang Gunakan Peti

Jumat, 21 Agustus 2020 19:58 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Reaktif Covid-19, Pemakaman Lansia Warga Padalarang Gunakan Peti, Warga Padalarang,Pemakaman

Pemakamkan dengan protokol Coronavirus Disease-19 menggunakan peti. (Tri Junari)

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM -- Seorang warga Kampung Sodong Girang, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang meninggal dunia di RS Dustira Cimahi dimakamkan dengan protokol Coronavirus Disease-19.

Pasalnya warga yang berjenis kelamin perempuan dan berusia 75 tahun tersebut hasil rapid test menunjukkan reaktif, petugas harus melakukan pemakaman dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. 

Informasi yang diperoleh, awalnya korban diketahui oleh cucunya terjatuh dari tempat tidur di rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB. Dikarenakan kepalanya terbentur tembok dan mengalami luka yang cukup serius akhirnya keluarga membawanya ke RS Dustira. Meski sempat menjalani perawatan, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir. 

Hasil diagnosa dokter, yang bersangkutan mempunyai penyakit kronis. Kemudian dari hasil rapid test yang dilakukan, dia pun terindikasi reaktif Covid-19. Meskipun masih menunggu hasil swab test untuk memastikan statusnya, pihak rumah sakit tidak mau ambil risiko. 

"Ya karena terindikasinya reaktif, maka pemakaman dilakukan sesuai protokol Covid-19 sebagai langkah antisipasi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB Duddy Prabowo didampingi petugas lapangan Rudi Wibiksana, Jumat (21/8/2020).

Duddy menjelaskan, karena pemakamannya standar Covid-19 maka korban tidak disemayamkan dulu tapi langsung dibawa ke tempat pemakaman. Pihak keluarga ataupun kerabat tidak diperkenankan untuk mendekat. Sementara petugas yang mengangkat peti jenazah dan juga menguburkan semuanya memakai APD lengkap menghindari kemungkinan terpapar. 

"Pemakaman dilakukan oleh petugas BPBD, pihak rumah sakit, dan desa. Pemakaman berjalan lancar dan kondusif serta dihadiri kepala desa, babinsa, dan pengurus RW," sebutnya. 

Sementara petugas BPBD yang ikut menguburkan Rudi Wibiksana mengaku, sebelum pemakaman dirinya sudah mengenakan APD lengkap. Bahkan usai kegiatan seluruh badannya disemprot disinfektan dan semua APD yang dikenakan dibakar. 

Kemudian atas perintah Kepala BPBD dirinya dengan dibantu aparat desa, RW, karang taruna, dan babinsa, babinkamtibmas, melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah tersebut. 

"Selesai pemakaman kami menyemprotkan disinfektan di satu RW wilayah tersebut, termasuk rumah duka dan jalan-jalan yang dilewati. Total ada 200 liter disinfektan yang disemprotkan yang diharapkan bisa memutus mata rantai virus Covid-19," ucapnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers