web analytics
  

Pasokan Berlebih, Harga Minyak Dunia Tergelincir

Jumat, 21 Agustus 2020 10:13 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Internasional, Pasokan Berlebih, Harga Minyak Dunia Tergelincir, minyak dunia,OPEC,ekonomi melambat

Ilustrasi penambangan minyak dunia (Reuters)

NEW YORK, AYOBANDUNG.COM -- Harga minyak tergelincir pada akhir perdagangan Kamis (20/8/2020) atau Jumat (21/8/2020) pagi WIB dipicu pasokan yang berlebih. 

Kelebihan pasokan harian lebih dari dua juta barel dan jumlah klaim tunjangan pengangguran AS naik secara tak terduga, menandakan pemulihan ekonomi yang lambat.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober turun 47 sen atau 1,0%, menjadi menetap di US$44,90 per barel.

Sementara itu harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September melemah 35 sen atau 0,8%, menjadi ditutup pada 42,58 per barel pada hari terakhir perdagangannya. Kontrak WTI Oktober yang lebih aktif berakhir turun 29 sen atau 0,7%, pada US$42,82 per barel.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, mengatakan pada Rabu (19/8/2020) bahwa laju pemulihan pasar minyak tampaknya lebih lambat dari yang diperkirakan dengan meningkatnya risiko gelombang kedua pandemi yang berkepanjangan.

Harga berada di bawah tekanan baru setelah Reuters melaporkan bahwa beberapa anggota OPEC+ perlu memangkas produksi tambahan 2,31 juta barel per hari (bph) untuk menutupi kelebihan pasokan baru-baru ini.

Pasar global juga berubah suram karena jumlah klaim baru AS untuk tunjangan pengangguran naik kembali di atas satu juta minggu lalu.

Harga minyak sebagian besar bergerak di kisaran sempit sejak pertengahan Juni, dengan Brent diperdagangkan berkisar antara US$40-US$46 per barel dan WTI antara US$37-US$43 dolar.

"Rebound dalam aktivitas ekonomi global yang menjelaskan sampai batas tertentu harga minyak menguat selama periode Mei-Juni telah terhenti. Lingkungan makro untuk minyak mentah terus menunjukkan pelemahan," kata Kepala Penelitian Fundamental Global Marex Spectron, Georgi Slavov.

Namun ekspor minyak mentah dari Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, memperpanjang penurunan pada Juni ke rekor terendah, data resmi menunjukkan.

Sumber: Republika
Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers