web analytics
  

Pakai Filter TikTok Berlebihan, Mempelai Pria Dikira Masih Bocah

Kamis, 20 Agustus 2020 21:08 WIB Suara.com
Umum - Unik, Pakai Filter TikTok Berlebihan, Mempelai Pria Dikira Masih Bocah, TikTok,baby face

Viral TikTok Laki-Laki BabyFace di Pelaminan. (Tangkapan layar akun TikTok Klangenanart)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Video TikTok yang memperlihatkan seorang laki-laki baby face duduk di kursi pelaminan sontak menjadi sorotan. Video ini viral karena warganet memperbincangkan laki-laki yang tampangnya masih seperti anak-anak ini.

Viralnya video ini dikarenakan warganet menilai mempelai laki-laki merupakan anak kecil asli. Sejumlah warganet mengira kalau laki-laki tersebut masih seusia SD-SMP. Padahal video tersebut menggunakan efek filter "wajah bayi".

Sampai artikel ini dibuat, video yang diunggah pemilik akun TikTok Klangenanart tersebut telah disukai oleh lebih dari 500.000 pengguna TikTok dan mendapatkan lebih dari 3.000 komentar.

Caption video yang dinilai menarik membuatnya semakin banyak mengundang komentar.

"Masih kecil dah berani nikah. La kamu mblo?", tulisnya.

Dalam video tersebut, terdengar suara perekam video berikut orang-orang di sekitarnya.

"Ya Allah dek kamu udah berani nikah? Mbak kok mau sih?" tanya si perekam video.

Dalam video tersebut terdengar reaksi tertawa orang-orang di sana. Video ini adalah lelucon bagi mereka.

Tidak hanya itu, laki-laki baby face dalam video tersebut tampak malu-malu menanggapi ledekan itu. Maka tidak heran, ada sejumlah warganet yang tertipu.

Video TikTok ini dibanjiri komentar warganet. Sejumlah warganet awalnya tidak mengira jika video ini menggunakan filter efek saja.

"Kecil-kecil udah nikah, aku yang udah umur 24 tahun masih joged main TikTok," tulis salah satu pengguna TikTok.

Sebagian warganet memang terlihat tidak tahu menahu mengenai efek filter yang dipakai dalam rekaman ini. Mereka menduga video ini asli. Padahal, sebenarnya ini hasil dari efek TikTok.

"Itu efek TikTok woy! Jangan sampai ketipu", timpal pemilik akun TikTok Mufti Muadil.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers