web analytics
  

KBM Tatap Muka, Guru SMA/SMK Wajib Swab Test

Kamis, 20 Agustus 2020 20:11 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, KBM Tatap Muka, Guru SMA/SMK Wajib Swab Test, KBM Tatap Muka,Belajar Tatap Muka,Guru SMA/SMK,Swab Test

Siswa SMA. (Irfan Al-Faritsi)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Selama semua guru dan perangkat sekolah SMA maupun SMK di Kabupaten Cianjur tidak dikakukan swab test, maka kemungkinan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tidak bisa dilaksanakan.

“Adanya rapid test ataupun swab test bagi guru ini sangat penting. Jangan sampai kita memaksakan belajar tatap muka, tapi mengabaikan hal-hal yang bisa berpotensi menyebarkan covid-19," ucap Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Wilayah VI, Ester Miory pada Ayobandung.com saat dihubungi melalui telepon, Kamis (20/8/2020).

Ester menuturkan sebetulnya dari sisi sarana dan prasarana ataupun fasilitas protokol kesehatan di setiap sekolah sudah cukup mumpuni. Namun kondisi keamanan dan keselamatan menjaga penyebaran covid-19 jauh lebih penting.

Pertimbangan teknis lain yang mendasari di Kabupaten Cianjur belum bisa melaksanakan belajar tatap muka, sebut Ester, menyangkut kondisi di lingkungan Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan Jawa Barat Wilayah VI. Sebagaimana diketahui, sampai saat ini semua pegawai di lingkungan instansi tersebut sedang menjalani karantina atau isolasi mandiri pascaadanya salah seorang pegawai terkonfirmasi positif covid-19. “Kita harus memahami itu,” tuturnya.

Di Kabupaten Cianjur rencananya belajar tatap muka akan digelar di 50 sekolah yang berada di zona hijau. Jumlah tersebut terdiri dari tingkat SMA sebanyak 35 sekolah, SMK sebanyak 13 sekolah, dan SLB sebanyak 2 sekolah.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, menjelaskan Pemkab Cianjur sepakat menangguhkan sementara waktu belajar tatap muka bagi semua tingkatan sekolah.

"Untuk belajar tatap muka, saya tangguhkan dulu. Saya ingin semua guru sehat dan harus dites swab dulu," jelas Herman.

Dalam waktu dekat, Pemkab Cianjur akan melaksanakan tes usap bagi semua guru di semua tingkatan sekolah. Jika hasil tes usap dinyatakan negatif, maka Pemkab Cianjur akan merencanakan kembali pembukaan belajar tatap muka.

"Tapi kalau ada positif, guru yang bersangkutan harus diisolasi sampai betul-betul sembuh. Sehingga tidak ada potensi menularkan kepada anak didik maupun kepada masyarakat lainnya," pungkas.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers