web analytics
  

China Tak Sarankan Hydroxychloroquine Dipakai Pasien Covid-19

Kamis, 20 Agustus 2020 18:11 WIB
Gaya Hidup - Sehat, China Tak Sarankan Hydroxychloroquine Dipakai Pasien Covid-19, Hydroxychloroquine,China,obat covid-19

Hydroxychloroquine. (Shutterstock)

CHINA, AYOBANDUNG.COM -- China pernah menyarakan tidak menggunakan hydroxychloroquine dalam perawatan pasien infeksi virus corona. Hydroxychloroquine merupakan obat malaria yang disebut-sebut secara kontroversial oleh Presiden AS Donald Trump sebagai obat ajaib untuk Covid-19.

Sebagai gantinya, China merekomendasikan penggunaan obat malaria serupa yang disebut chloroquine (klorokuin). Rekomendasi itu adalah bagian dari pedoman pengobatan Covid-19 baru yang dirilis Rabu (19/8/2020) serta diperbarui untuk pertama kalinya sejak 3 Maret lalu.

"Beberapa obat mungkin menunjukkan tingkat kemanjuran tertentu untuk pengobatan dalam studi pengamatan klinis, tetapi tidak ada obat antivirus yang efektif yang dikonfirmasi oleh uji klinis tersamar ganda, terkontrol plasebo,” kata Komisi Kesehatan Nasional dalam pedoman diagnosis dan pengobatan versi delapan.

Dilansir laman South China Morning Post pada Kamis (20/8/2020), penggunaan hydroxychloroquine atau kombinasi penggunaannya dengan azitromisin itu tidak disarankan. Namun, pendoman yang sama mengatakan bahwa klorokuin dapat terus digunakan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers