web analytics
  

Kunjungan ke Pangandaran Diprediksi Membludak, Pengawasan Protokol Kesehatan Diperketat

Kamis, 20 Agustus 2020 11:09 WIB
Umum - Regional, Kunjungan ke Pangandaran Diprediksi Membludak, Pengawasan Protokol Kesehatan Diperketat, Pangandaran,Wisata Pangandaran,wisata Jabar,Berita Jabar,Protokol Kesehatan

Ilustrasi--Pantai Pangandaran (Dok. Polsek Ciamis)

PANGANDARAN, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran melakukan sejumlah persiapan menjelang momen akhir pekan. Diprediksi wisatawan yang datang ke Pangandaran akan kembali padat. Apalagi, akhir pekan kali ini juga berbarengan dengan libur dan cuti bersama Tahun Baru Islam 1442 H.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat tentara dan polisi untuk melakukan pengawasan di destinasi wisata selama momen liburan akhir pekan ini. Menurut dia, pengawasan protokol kesehatan di destinasi wisata akan semakin ditingkatkan.

"Kita punya prediksi libur kali ini akan membludak. Jaga jarak sudah susah sepertinya kalau membludak. Tinggal kita pantau protokol kesehatan yang lainnya (pakai masker)," kata dia dalam keterangan resmi kepada Republika, Kamis (20/8). 

Ia juga meminta Dinas Pariwisata dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pangandaran untuk mengingatkan para pelaku usaha wisata dalam penerapan protokol kesehatan. Dengan begitu, destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran tetap bisa berjalan meski pandemi Covid-19 belum selesai. 

Jeje mengatakan, pihaknya tidak ingin menutup kegiatan pariwisata di Pangandaran. Sebab, dengan kembali dibukanya kegiatan pariwisata, roda ekonomi dapat kembali berputar. Namun, dalam kegiatannya protokol kesehatan harus tetap dilakukan. 

"Mudah-mudahan kesadaran wisatawan untuk menggunakan masker juga meningkat. Kita juga akan terus edukasi ke wisatawan agar pakai masker, sehingga tidak ada penularan (di destinasi wisata)," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rachman mengatakan, pada momen akhir pekan lalu jumlah kunjungan wisatawan ke wilayahnya mencapai sekira 20 ribu orang.

Tingkat hunian penginapan di Pangandaran juga hampir seluruhnya terisi. Kendati demikian, hotel dan penginapan hanya diperbolehkan maksmimal menerima kunjungan 50 persen dari kapasitas yang tersedia, sebagaimana aturan yang berlaku pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Untung mengatakan, membludaknya kunjungan wisatawan ke Pangandaran membuat pengawasan penerapan protokol kesehatan sulit dilakukan maksimal. Sebab, petugas di lapangan tetap berupaya melakukan tugasnya dalam mengawasi penerapan protokol kesehatan.

"Memang ini sangat fantastis. Kita juga di luar dugaan sehingga tak bisa mengatur semua," kata dia.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers