web analytics
  

Apakah Depresi Bersifat Genetik atau Disebabkan Lingkungan?

Kamis, 20 Agustus 2020 05:34 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Apakah Depresi Bersifat Genetik atau Disebabkan Lingkungan?, depresi,Kesehatan Mental,Twitter,depresi gen

Depresi ada yang disebabkan oleh gen, ada pula yang disebabkan oleh lingkungan. Bagaimana bisa? (Pixabay/Anemone123)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Sebuah utas di Twitter yang dibuat oleh @Hujandisenja mengisahkan gejala depresi anaknya. Anaknya baru berusia 5 tahun, namun ia sering menangis dan mengungkapkan mudah sedih tanpa sebab.

Dalam utas itu, sang ibu menceritakan kekhawatirannya akan pesan psikolognya: depresinya bisa menurun ke anak-anaknya.

Apakah depresi bersifat genetik atau disebabkan lingkungan? Bagaimana orang tua yang depresi bisa membuat anaknya depresi pula?

Depresi klinis merupakan bentuk depresi yang paling umum. Menurut Stanford School of Medicine, 10% orang Amerika akan mengalami tipe depresi ini dalam hidup mereka.

Depresi klinis umum dialami bersamaan dengan saudara dan anak-anak. Seseorang dengan saudara yang depresi berisiko 5 kali lebih tinggi menderita depresi.

Gen Depresi

Tim riset Inggris menemukan 1 gen yang kerap muncul di keluarga dengan penderita-penderita depresi. Kromosom 3p25-26 ditemukan di lebih dari 800 keluarga dengan penderita depresi.

Ilmuwan percaya 40% penderita depresi disebabkan oleh gen. Faktor lingkungan mengisi persentase 60% sisanya.

Selain itu, anak-anak yang tumbuh dengan orang tua atau saudara dengan depresi lebih mudah kena depresi juga. Faktor lingkungan bermain di sini karena anak-anak belajar perilaku dari keluarganya.

Penderita depresi memiliki caranya sendiri dalam beradaptasi dengan berbagai emosi. Anak-anak akan mengikuti pola perilaku orang tua dan saudaranya untuk merespon emosi-emosi tertentu.

Serotonin

Serotonin adalah zat kimia dalam otak yang disebut juga “zat bahagia”. Zat ini dapat mengatur seseorang agar merasa bahagia.

Tidak seimbangnya jumlah serotonin dalam otak dapat menyebabkan gangguan suasana hati dan gangguan lain seperti obsessive-compulsive disorder (OCD) dan serangan panik.

Sampai saat ini, ilmuwan masih meneliti serotonin sebagai kunci dari hubungan gen antara anggota-anggota keluarga yang depresi.

Penderita depresi dapat merasa lebih baik dengan terapi. Kenali gejala depresi pada diri Anda sendiri dan kerabat dekat Anda sedini mungkin. (Farah Tifa Aghnia)

   
 
Sumber: Healthline
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers